.

(Edisi Seoul) : Fly to Seoul - Day 6

6:48:00 PM

Huaaaa... udah day 6. Artinya hari terakhir untuk jalan-jalan di Seoul. Setelah semua yang kami lalui, rasa sedih banget deh ini menjadi hari terakhir liburan kami Seoul huhuhu.. Eit, tapi nggak usah sedih juga karna, hari ke 6 lumayan seru dan unforgetable. Karnaaa... eing ing eng..  Nanti deh saya ceritain.

Itinerary Day 6




Naksan Park.

Nah, hari ini di mulai dengan menjelajahi Naksan  Park yang mana tempatnya keceh banget. Beneran deh. Okeh lho buat selfie-selfie keceh gitu. Untuk rutenya bisa lihat di details itin kita yah. Tapi warning aja nih, untuk mencapai ke sana, harus naik tangga dulu lho, jadi nggak di sarankan pake heels yah ladiess..







Tempatnya beneran keceh. Karna di Naksan Park itu ada sebuah dinding batu yang dibangun dari jaman dinasti gitu deh. Entah Joseon entah dinasti Gogoryo. Lupa hehehe. Pokoknya dinding ato benteng itu ada sepanjang beberapa km di area Naksan Parknya. View nya beneran keceh, cocok deh buat galau menggalau. Oia, di Naksan park nya ada lokasi rumah yang dipakai untuk syuting Kdrama Ungly Alert lho. Rumahnya kecil tapi lucu.

Rumah Ugly Alert
Dan di lokasi ini ada kejadian yang bikin ga bisa dilupakan. Teman saya Kokom jatuh dari tangga batu, dan kakiknya keseleo plus bengkak. Kebayang dong, trip yang kebanyakan jalan harus dihadapi dengan masalah keseleo, alhasil temen saya nangis-nangis kesakitan dan untung saja ada ahjussi dan ahjumma yang kebetulan lagi ada disitu nolongin kita. Mereka nyemprotin pain killer di area kaki temen saya yang sakit dan diperban. Aduuhh baik banget deh mereka. Dan saat itu juga kaki temen saya udah nggak begitu sakit lagi.

Pemandangan dari Naksan Park

Iihwa Mural Village

Lokasinya ini deket banget sama Naksan Park. Nah sebenarnya sebelum ke Naksan Park kita pasti nemuin Ihwa Mural Village dulu, baru Naksan Park. Seperti namanya, desa ini adalah desa yang dinding rumah mereka di gambar mural gitu. Keren deh dan unyu. Sebenarnya pemerintah melakukan hal ini, karna Ihwa itu adalah daerah miskin sehingga rumah di daerah situ itu terkesan kumuh, sempit, dempet. 

Tangga yang ada di Rooftop Prince





Nah biar menarik, dibuatkanlah mural di tiap dinding rumah mereka. Lucu deh.. tapi untuk ke sana musti naik tangga booo.. Dan tangga yang digunakan adalah tangga yang sering dijadikan lokasi syuting Kdrama. Rooftop Prince salah satunya. Kadang rumah mereka juga dijadiin sebagai lokasi syuting lho.

Tapi selama kunjungan kita ke lokasi tersebut, tidak diperkenankan untuk berisik yah. Karna rumah-rumah tsb masih berpenghuni, ntar diusir lagi heheh..


Han Gang Park

Dengan kaki temen saya yang terseok-seok sakit, akibat reaksi obat yang mulai ilang  - hanya bertahan 2jam saja. Walhasil jalan kudu pelan-pelan. Kasian temen saya yang kesakitan kalo saya jalan cepet. Dan semuanya sedikit terobati ketika sampai di lokasi.


Tempatnya luas banget, banyak yang piknik, anak-anak bermain layangan, sepeda, dan orang pacaran. Keyh! Tapi kami kebanyakan foto-foto cantik aja. Ga lama sih, karna kaki temen saya sudah sakit banget. Jadi kami lanjut ke destinasi berikutnya.







Tapi sebelum kami ke destinasi berikutnya, kami harus menggunakan line 7 dan transfer ke line berikutnya yaitu line 3 untuk menuju Insadong. Lokasi transfer ada di Express Bus Terminal untuk naik ke line 3. Dan you know what, stasiun Express bus Terminal itu surga belanja fashion muraaaahhhhh.. Bayangkan saya bisa dapatkan trench coat seharga 15000 won aka Rp. 160.000an. Jika saya beli di JKT bisa dapat 400rb sendiri itu mah Dress aja 5000 won = Rp. 60.000. Akhirnya saya dan temen saya putuskan untuk belanja baju dan lain beserta oleh-oleh lainnya di lokasi itu. Dan bayangin saya harus bawa sekantong gede berisi baju ke Insadong. Alamak... udah kayak orang mo buka lapak tau ga hahahah


Insadong.

Lho, kok ke Insadong bukan ke Dongdaemun History & Cultural park. Begini.. karna ini adalah hari terakhir, kami belum belanja oleh-oleh jadinya, kami memutuskan untuk kembali ke Insadong.

Belanja-belanja gantungan kunci yang isi 10 seharga 10.000 won, Gelas sake kecil dari keramik isi 6 pcs 6.000 won, gunting kuku isi 10 seharga 10.000 won. Emang sih harganya masih masuk akal ketimbang beli di Myeongdong area. Dan ketika selesai belanja kaki temen saya sakitnya kambuh dan lebih ampun-ampunan. Akhirnya saya harus cari dimana apotek berada untuk membeli koyo tapi sayangnya kaki temen saya masih tetep sakit.

Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hotel dan kembali menggunakan taksi karna udah ga sanggup bawa belanja yang buanyak banget hahahah..

Naik taksi bisa pake tap kartu T-Money lho. Jadi hanya seharga 6.000 won aja dari Insadong ke hotel kami di area Dongmyo, tapi sayang nggak boleh masuk gang. Huuuhhh... ga enak banget. Padahal jalannya bisa lho masuk 2 mobil sekaligus ckckck...

Dongdaemun.

Karna temen saya udah nggak kuat jalan, jadilah saya pergi ke Dongdaemun sendiri untuk ngasih oleh-oleh sama temen Korea saya – Mas Jun dan makan Dalkgalbi yang enak banget booo. Pedes ga? Nggak sih, pedesan sambel nyokap kemana-mana deh, tapi temen Mas Jun malah keringetan kepedesan doi hahahah..
Nggak lama, kami balik karna harus packing-packing untuk kembali ke Jakarta besoknya.


See you on my last day in Seoul on day 7

Kiss & Hugs
Vindri Prachmitasari




You Might Also Like

0 comments

Followers

Popular Posts

The House of Full of Story

Selamat datang di rumah saya yang penuh dengan cerita tentang perjalanan, buku, pemikiran, dan apa pun yang mungkin saja akan saya tuangkan.

Jangan lupa untuk share cerita kalian di kolom komentar yah supaya bisa menjadi inspiriasi baru buat saya dan teman-teman lainnya.

=========================================

Welcome to my house that full of joy of story about traveling, book, random thought and anything that i will share in this blog.


Dont forget to share anything in comment section so it become new insight for me and other readers.


Contact me : Vindri.prachmitasari@gmail.com

Phone : +62-85218846138

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe