.

[ Artikel ] - Makan Hemat dan Kenyang di Bandara Changi Singapore, Bisa? Ke Staff Canteen Aja Yuk!

6:27:00 PM




Plesiran ke Singapore itu memang butuh strategi yang kuat. Bukan cuma strategi untuk menyiapkan kaki untuk terus berjalan dari stasiun MRT ke beberapa tempat wisata tapi juga harus butuh strategi buat meminimalisasi ongkos yang cukup besar. Kurs SGD yang cukup menguras pundi-pundi Rupiah kita serta rata-rata semua harga di sana itu setara makan enak di kafe-kafe Jakarta, maka mencari tempat makan murah adalah wajib hukumnya biar jalan-jalan bisa tetap aman dan tentram.


Apalagi mencoba sarapan pagi di beberapa kafe dan resto di bandara, bisa bisa yang ada malah nggak bisa balik ke Indonesia nantinya. Memang, bagi beberapa orang yang berduit banyak mungkin tidak jadi masalah.Tapi bagaimana dengan budget traveler yang harus berhemat untuk bisa menikmati perjalanan. Biasanya, para budget traveler harus tetap mengisi perut untuk bisa tetap fit selama perjalanan mengunjungi tempat wisata yang ada di suatu negara. Artinya, sarapan pagi itu wajib hukumnya.

Lalu, apakah di negeri yang menjadi salah satu negera dengan biaya hidup termahal ini, ada warung yang murah meriah yang masih aman buat kantong budget traveler? Tentu saja ada. Jika mau mencari dan terus mencari informasi sebelum tiba di Singapore.

Harga




Tempat makan murah itu adalah Staff Canteen aka kantin karyawan kalau mau di Bahasa Indonesia-kan. Adalah sebuah kantin yang disediakan untuk para pekerja yang bekerja di Bandara Changi Singapore. Lalu, kalau kantin ini hanya untuk para pekerja yang bekerja di Bandara Changi, kami kaum jelata tidak boleh makan di situ dong? Ettss, tentu tidak Kakek Gepetto! Kantin ini juga bisa menerima masyarakat umum yang ingin makan di situ. Semua boleh makan di kantin staf. Namun memang, harga yang ditawarkan jelas berbeda dengan harga untuk para pekerja di Bandara Changi. Tapi, harganya tidak jauh beda dengan harga karyawan. Biasanya hanya berbeda 1-2 SGD saja. Tidak akan sampai bikin bunuh diri kok.

Harga menu yang ditawarkan sangat murah dibanding makan di resto atau foodcourt yang ada di luaran. Contohnya untuk sepaket menu sarapan aja, seperti 2 roti bakar isi selai srikaya, 1 cangkir teh tarik dan 1 telur setengah matang, itu hanya dihargai SGD 3.2 saja, wahai Rudolfo! Lebih murah lagi kalau jadi karyawan di Bandara Changi pastinya.


Rasa




Soal rasa, tidak mengecewakan kok. Malah saya yang dulunya tidak menyukai telur setengah matang, malah jadi nagih ingin mencoba lagi. Padahal telur setengah matang doank lho! Apalagi itu jelas mengenyangkan dan cukup bikin perut tidak mau menerima makan tambahan lagi. Padahal masih banyak lho menu makanan yang dijual di kantin itu. Memang,makanan yang halalnya tidak sebanyak makanan non halalnya. Tapi, makanan yang saya pilih cukup mengenyangkan saya.


Lokasi


Lalu di mana lokasinya?
Lokasinya cukup dekat kok dengan departure hall yang ada di terminal 1 Bandara Changi. Jadi lokasinya peris di ujung check in counter dekat dengan pintu sky train-nya. Nanti di paling ujung dekat toilet ada petunjuk soal Staff Canteen tsb. Ikutin saja dan turun ke B1 dan setelah keluar dari lift di sebelah kanan makanan enak dan murah sudah menunggu untuk dibeli.

Atau bagi traveler yang tiba malam hari dan turun di terminal 1, maka setelah keluar dari proses imigrasi bisa keluar ke arah kiri, lalu nanti naik tangga dan akan tiba di departure hall terminal 1, jalan ke arah kanan ke arah counter check in paling akhir. Posisi petunjuknya ada di sebelah kanan dekat toilet lalu tinggal ikuti saja petunjuk berikutnya.


Interior





Jujur aja, saat masuk ke dalam kantin staf ini saya malah berpikir ini kantin karyawan atau foodcourt yah? Kok bagus banget. Banyak stand-stand makanan yang ada di kantin ini. Kurang lebih sama seperti kantin yang ada di Jakarta,banyak yang jualan. Tapi, yang menarik adalah tempatnya dibuat semenarik mungkin. Tidak ada asap berlebih yang keluar dari dapur penjual, hanya ada suara penjual yang sibuk untuk memasak dan menyiapkan pesanan mereka. Cara membayarnya juga tidak memerlukan kartu member tersediri kok. Cukup bayar langsung ke penjualannya. Oia, ada yang menarik juga di sini. Setiap baki atau bekas makan dan minum kita, harus diletakan di tempat pengumpulan baki atau bekas makan halal dan non halal. Jadi, tidak akan tercampur begitu saja. Jadi, kalau membeli makanan dari penjual yang menjual makanan halal maka baki dan bekas makan kita diletakan kembali ke tempat pengumpulan yang ada tulisan halal-nya lho.


Untuk ke kantin ini tidak melulu harus pagi atau untuk sarapan saja lho, saat sore hari kantin ini juga masih buka. Sehingga yang ingin makan sore nyambi malam bisa banget lho makan di kantin karyawan ini.

Wajah bahagia teman-teman saya beserta anaknya setelah makan enak.


Jadi, tidak ada alasan lagi kalau mau traveling itu harus mahal. Pintar-pintarnya kita aja menyiasati apakah ingin tetap hemat saat perjalanan atau tidak. Makanya tidak heran, teman-teman saya yang ikutan short escape ke Singapore bahagia banget wajahnya setelah selesai makan di Staff Canteen. Perut kenyang, kantong aman!


See yaa!
Vindri Prachmitasari

Email                                   : vindri.prachmitasari@gmail.com
instagram                            : @veendoorie
Facebook Fans Page           :https://web.facebook.com/Vindri.Prachmitasari.Author


You Might Also Like

0 comments

Followers

Popular Posts

The House of Full of Story

Selamat datang di rumah saya yang penuh dengan cerita tentang perjalanan, buku, pemikiran, dan apa pun yang mungkin saja akan saya tuangkan.

Jangan lupa untuk share cerita kalian di kolom komentar yah supaya bisa menjadi inspiriasi baru buat saya dan teman-teman lainnya.

=========================================

Welcome to my house that full of joy of story about traveling, book, random thought and anything that i will share in this blog.


Dont forget to share anything in comment section so it become new insight for me and other readers.


Contact me : Vindri.prachmitasari@gmail.com

Phone : +62-85218846138

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe