.

[ Edisi Manila ] - Gak Dapat Tiket Murah ke Thailand? Coba Jalan-jalan ke Manila Aja! ( Part 2 )

10:16:00 PM

One Day Trip ke Tagaytay



Bosen dengan gedung tinggi, jalanan padat, kemacetan, dan hiruk pikuk kaum urban Manila? Mungkin bisa coba mengunjungi salah satu tempat di luar Manila di mana bisa menikmati keindahan alamnya. Namanya Tagaytay , berlokasi 64.5 km dari Manila, yang merupakan lokasi favorit dari warga Manila yang ingin menjauh sejenak dari kesibukan kota Manila. Untuk menuju ke Tagaytay bisa menggunakan bus seharga Php 80 per orang. Kondisi bus-nya cukup nyaman saking nyamannya beberapa kali saya hampir tertidur.

Objek wisata di Tagaytay yang cukup terkenal adalah Taal Volcano. Adalah sebuah gunung vulkanik yang terletak di tengah danau luas. Gunungnya sendiri bisa dicapai dengan menggunakan perahu lokal. Kalau dilihat-lihat seperti Gunung Krakatau. Cuma ini versi kecilnya.




 




Perjalanan yang memakan waktu 1.5 - 2 jam itu terbayar dengan kota yang cukup tenang, tidak terlalu panas seperti Manila. Di beberapa objek wisata, udaranya cukup sejuk. Kalau dilihat-lihat ini seperti perjalanan menuju Dago di Bandung cuma ini versi Manila.

Saya memilih Picnic Grove sebagai tempat wisata yang ingin saya kunjungi. Kenapa, karna dari tempat itu saya bisa melihat gunung Taal . Dengan menggunakan Three Cycle sebagai kendaraan utama untuk mengunjungi Picnic Grove . Perjalanan ke Picnic Groove memakan waktu sekitar 30 menit dari Plaza Olivarez yang merupakan tempat pemberhentian semua bus dari Manila yang menuju Tagaytay atau via Tagaytay.

Baca juga : [ TRAVEL PHOTOGRAPHY] - INTRAMUROS, THE LITTLE SPAIN IN MANILA

Ada dua jenis kendaraan yang bisa digunakan untuk mengunjungi Picnic Grove, yang pertama bisa menggunakan Jeepney dan kedua bisa menggunakan Three Cycle. Kenapa saya memilih untuk menggunakan Three Cycle, karna saya belum pernah mengendarai jenis kendaraan itu.



Sebuah kotak kecil yang terletak tepat di samping ban motor dan ternyata bisa dimasuki oleh tiga orang manusia seperti kami adalah sebuah keajaiban yang patut diabadikan. Sensasi mengendarainya juga nggak kalah seru. Sepanjang perjalanan teriakkan takut, yang kemudian berganti menjadi tawa sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Benar-benar seperti menaiki wahana Roller Coaster. Tiga puluh menit yang membuat saya sadar,ternyata sudah lama tidak segila itu.



Makin jauh dari keramaian kota, makin sejuk udaranya. Terletak di atas bukit yang menyediakan pemandangan luas ke arah danau dan gunung volkano Taal serta hijaunya pemandangan langsung terasa bedanya. Namun, sayang banget saat tiba di sana langit sedang mendung, hujan juga mulai turun. Pemandangan ke Taal Volcano jadi tidak maksimal. Karna semakin lama kami tunggu, hujan makin deras. Makanya, waktu yang dihabiskan di Picnic Grove tidak begitu lama. Jadinya, karna perut lapar kami kembali ke Plaza Olivarez untuk mencari makan.

Perjalanan ke Tagaytay cukup worth it, walaupun tidak bisa menyaksikan pemandangan gunung Taal yang berada tepat di tengah danau secara jelas, tapi mendapatkan pengalaman menaiki Three Cycle serta melihat hijaunya pemandangan cukup membuat kami puas kok.

How to get Tagaytay ( Plaza Olivarez ) from Manila

Terminal            : Terminal Buendia ( Bus DLTB.co)
Bus                   : Php 80 per orang
Question           : Susah nggak sih naik bus lokal ke luar Manila? Gampang kok, saat bayar ke kondekturnya tinggal bilang aja tujuan kita mau ke mana, nanti kondekturnya akan memastikan turunnya di Plaza Olivarez atau bukan di Tagaytaynya? Dan ketika tiba mereka akan membuat pengumuman kok. Yaah, sama kayak kondektur di Indonesia kan? Trus ada patokannya kah jika sudah mendekati Plaza Olivarez? Ada kok, billboard / plang besar KFC akan menyambut penumpang saat mulai masuk ke Plaza Olivarez.
Lokasi          : Emilio Aguinaldo Hwy, Silang Junction North, Tagaytay, 4120 Cavite, Philippines







How to get Picnic Grove

Tunggu aja di Plaza Olivarez, nanti banyak supir dari berbagai jenis kendaraan yang akan menawarkan transportasi ke Picnic Grove. Namun, coba tanyain dulu yah tarif transportasinya berapa? Supaya nggak kena tipu. Oia, biasanya mereka juga menawarkan paket wisata untuk ke Taal Volcano-nya dan tempat wisata di sekitar Tagaytay. Jika ada duit lebih mungkin bisa dicoba, cuma kalau dana pas-pasan mending ke Picnic Grove aja.

Three Cycle              : Php 25 per orang
Lokasi                     : Tagaytay Picnic Grove Complex, Barangay, End, Tagaytay, Cavite, Philippines
HTM                        : Php 50 per orang









Berburu Makanan Enak dan Murah di Manila



Traveling tanpa icip-icip kuliner di suatu negara memang seperti hidup tanpa udara yah? Hahah.

Emang sih, mencari makanan halal di Manila itu susah-susah gampang. Susahnya karna kurangnya informasi tentang jenis makanan halal atau yang muslim friendly di Manila itu seperti apa. Jujur, saat bikin itinerary saya putus asa banget karna kurangnya informasi mengenai restoran, jenis makanan yang bisa dimakan di sana, sama apakah makanan lokal Filipina ada yang bisa dimakan oleh traveler muslim seperti saya? Berbagai sumber saya coba cari namun hasilnya kurang memuaskan. Rata-rata makanan lokal yang dijual itu semua mengandung babi, Baik itu penggunaan daging atau restoran lokal yang menjual jenis makanan tanpa daging babi namun menjual menu lain yang mengandung babi. Lah? Satu wadah dong? Karna nggak mau berspekulasi apakah wadah yang digunakan sama atau berbeda, saya menjauh dari restoran yang menjual makanan lokal khas Filipina.




 




Begitu juga dengan jenis makanan vegetarian dan makanan laut. Karna mereka tidak murni menjual makanan vegetarian dan makanan laut. Makanya saya desperate banget saat itu. Lalu, keinginan untuk icip-icip makanan lokal musnah sudah. Mau tidak mau kembali mencari makanan dari Timur Tengah atau India yang lumayan banyak di sana.

Dan untungnya, makanan Timur Tengah dan India rasanya enak dan harganya murah. Soal ukuran, jangan ditanya. Porsinya super besar. Bahkan satu porsi nasi biryani itu bisa buat beramai-ramai. Ayamnya sendiri satu porsi bisa dikasih 3 potong bagian paha yang super besar. Saking banyaknya, teman saya minta dibawa pulang untuk makan malam.Untungnya ditempat kami menginap tersedia microwave sehingga bisa dipanaskan. Saat itu saya memilih menu nasi biryani dengan udang jadi masih bisa dihabiskan.









Ada dua jenis restoran halal yang saya pilih untuk mencicipi kuliner di Manila.
Walaupun bukan menjual makanan khas Filipina, tapi daripada nggak makan? Mau tidak mau kan?!

Shawarma Snack Center



Memutuskan untuk makan pagi di kedai ini memang pilihan yang tepat sepertinya. Tempat yang nyaman, harga yang murah,dan porsi yang besar bikin saya nggak menyesal untuk makan di sini. Rasanya juga enak. Selain menjual nasi biryani, mereka juga menawarkan berbagai Shawarma yang nggak kalah menarik. Karna saya harus mengisi tenaga seharian penuh, maka saya memilih nasi biryani. Dan Alhamdulillah, kenyangnya sampe seharian.



Kisaran Harga              : Php 25 - Php 1350. Yang paling mahal adalah makana paket super besar yang buat beramai-ramai.
Jam operasi                 : Buka 24 jam
Alamat                        : 484 R Salas St, Ermita, Manila City, 1000 Metro Manila, Filipina.








Humus Elijah Makati

Hummus, Samosa dan Roti Pita


Hari terakhir di Manila memutuskan untuk tetap stick pada rencana awal untuk makan siang di kedai ini walaupun hari sudah siang banget dan harusnya sudah waktunya untuk ke bandara. Karna penasaran pengen tahu rasanya kayak apa, terus review positif beberapa orang di beberapa laman daring seperti Tripadvisor, membuat saya dan teman saya memutuskan untuk ke Humus Elijah.

Dari segi lokasi sih memang cukup jauh dari tempat kami menginap di daerah Ermita, tapi pas tahu rasanya kayak apa memang pantas untuk didatangi. Humus Elijah menawarkan makanan yang populer di kawasan Timur Tengah, Turki dan Afrika Utara. Menu andalan mereka adalah Hummus. Humus sendiri adalah jenis saus atau selai yang biasanya terbuat dari kacang Arab yang digiling, minyak zaitun, tahini, sari perasan limau dan bawang putih.

Dari Kiri ke Kanan : Hummus dan Couscous


Rasanya mungkin agak aneh ketika pertama kali dicicipi, tapi makin lama makin nagih. Apalagi saat disajikan dengan Roti Pita yang memang menjadi teman dari Hummus ini. Selain Hummus dan Roti Pita, saya juga memesan Couscous yang juga nggak kalah enak, lalu memesan Samosa.

Dari segi harganya semuanya masih terjangkau. Apalagi kalau makannya berbagi dengan teman traveler saya juga. Makin murah lagi.

Kisaran Harga      : Php 40 - Php 400
Jam operasi         : 09.00 am - 03.00 am
Alamat                : 7850 Makati Avenue, Makati, 1209 Metro Manila, Filipina


Walaupun tidak bisa menikmati makana lokal khas Filipina, tapi kedua kedai tersebut cukup mengobati keinginan untuk menikmati kuliner di suatu negara.

Itulah beberapa things to do yang bisa dilakukan ketika ke Manila. Jadi, jangan bilang ada apa di Manila kalau sendirinya belum pernah coba untuk menjelajahkan kaki ke Manila. Merasakan sendiri atmosfir , hiruk pikuk warga lokal, sejarahnya, serta kulinernya membuat saya terkesan dengan Manila. Memang, dari segi infrastruktur tidak secanggih Singapura, tapi masa iya mau traveling ke tempat yang sama seperti itu terus menerus? Sesekali ke tempat yang anti-mainstream bisa kan?

See Ya!
Vindri Prachmitasari

Email               : Vindri.prachmitasari@gmail.com
Instagram        : @veendoorie





You Might Also Like

1 comments

Followers

Popular Posts

The House of Full of Story

Selamat datang di rumah saya yang penuh dengan cerita tentang perjalanan, buku, pemikiran, dan apa pun yang mungkin saja akan saya tuangkan.

Jangan lupa untuk share cerita kalian di kolom komentar yah supaya bisa menjadi inspiriasi baru buat saya dan teman-teman lainnya.

=========================================

Welcome to my house that full of joy of story about traveling, book, random thought and anything that i will share in this blog.


Dont forget to share anything in comment section so it become new insight for me and other readers.


Contact me : Vindri.prachmitasari@gmail.com

Phone : +62-85218846138

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe