.

Histoire D'amour

8:32:00 AM

---FOU----

Namaku Fou.
            Nama yang unik bukan? Dulu seperti itu Ibuku memujiku. Ia selalu bilang “apapun arti namamu, itu lah yang terbaik buatmu.”
            Namun tahu kah? Namaku justru menuntunku pada arti dari nama itu.

                                    *****

            Aku menutup mulutku sambil menatap penuh haru pada pria di hadapanku. Seorang pria yang sedang duduk bersimpuh sambil memegang sebuah kotak cincin. Ia melamarku di antara lalu lalang penjalan kaki di Champ de Mars — kawasan hijau nan luas di sebelah tenggara menara Eiffel.
            “ Veux-tu m'épouser ? —  Maukah kamu menikah denganku?” Begitu kalimat yang diucapakan pria itu padaku.
            Jujur. Wanita mana yang tidak bahagia ketika seorang pria yang di cintainya melamarkan di sebuah taman romantis seperti ini? Apalagi ini, Adrien. Pria berkebangsaan Perancis tampan nan gagah yang sudah hampir 6 bulan menjalin hubungan denganku.
            Tidak ada keraguan lagi untukku untuk tidak menerimanya. Aku menyambut tangan yang masih memegang kotak beludru biru yang berisi cincin sebagai tanda aku menerimanya.
            Adrien bangkit dengan pendar-pendar kebahagian tercuat dari wajahnya. Pelukan hangat serta ciuman lembut segera kudapat darinya.  Beberapa pengunjung taman tampak haru melihatnya.



Enam bulan yang lalu.

            Aku ingat  kala itu, saat aku dan Adrien bertemu. Sebuah toko kaset yang menjadi saksi kami.      Saat itu aku bersama Ibuku, Jannete. Wanita Perancis yang memiliki suami berdarah Indonesia, sedang berniat membeli sebuah kaset CD yang berisi karya-karya maestro  dunia seperti Mozart dan Bethoveen.
            “ Jarang ada seorang wanita cantik ingin membeli kaset CD klasik seperti ini,” ujarnya saat itu.
            Aku menghentikan tanganku untuk mengambil kaset CD klasik seraya menoleh ke arah pria itu dengan keheranan.   
             “Adrien Archaimbaud,” begitu pria itu mengenalkan dirinya padaku. Aku menyambut lembut uluran tangannya dan tersenyum kikuk kala itu.
            Tiba-tiba Ibuku menghampiriku dan tanpa ragu menyambut Ibuku dan mencoba mengenalkan Adrien padanya.
            “ Mom, kenalin ini Adrien,” ujarku pada Ibuku.
            Ibuku keheranan melihatku. “ Adrien? Qui — Siapa?’ tanyanya.
            “ Mom? Cet homme..— Pria ini..”  ujarku sambil menujuk ke Adrien. Tiba-tiba kata-kataku mengambang di udara. Adrien tidak ada. Yah, pria itu sepertinya telah pergi meninggalkanku. Aku terkejut.
            “ Sepertinya Adrien sudah pergi, Mom?!” lanjutku sambil mengaruk-garuk kepalaku.
            Ibuku hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkahku.


----Endless Love----

            Langit sore begitu cerah. Tampak segurat rona jingga terpampang di sana. Aku dan Victor duduk berdua di atas tebalnya rumput Jepang hijau di tanah lapang. Sesekali sinar matahari sore memberikan hangat bagi kami dan angin seakan membisikan kata romantis di telinga kami.
            “ Apa Emak tahu kalau kamu ada bersamaku saat ini?” tanya Victor memecah keheningan sore.
            Aku tersenyum mendengarnya. Bisa kubayangkan reaksi Emak jika tahu aku bersama Victor saat ini. “ Tidak. Emak tidak tahu. Dan aku tidak berniat untuk memberitahukannya,” jawabku tenang.
            Victor tersenyum simpul. Tangan kekarnya menyentuh tanganku dan menggenggamnya. Seakan memberikan ketenangan pada diriku yang di landa rasa gusar. Aku menggeser tubuhku mendekat ke arah Victor membiarkan hangatnya tubuhnya menyentuhku. Di bahunya yang bidang kusenderkan kepalaku menatap langit sore yang semakin merona jingga dengan semburat hitam burung-burung yang berterbangan di langit sore.
            “ Aku ingin terus bersamamu, Victor! Ingin terus bersamamu,” kataku pelan. “ Apa itu mungkin? Dengan segala perbedaan kita yang begitu besar?” lanjutku sambil menatap wajahnya di balik bahunya.
            Pria itu menatap langit sore dengan senyuman tersungging dari wajah tampannya. “ Mungkin saja. Jika kita mau berusaha untuk mengusahakannya. Karena aku ingin kita terus bersama,” jawabnya sambil menoleh ke arahku dengan senyuman optimisnya.
            Seperti ada asa baru yang tergambar dari senyumannya. Ah, Victor. Inilah yang membuat rasa ini semakin besar untukmu, asa yang kamu tawarkan begitu menyemangatiku. Akan ku usahakan cinta kita agar tetap bersama. Selamanya.


---- I Put my Heart on Busway ---

Oh Tuhan!! Cakep banget!!
            Tiba-tiba tanpa kusadari mata kami beradu. Aku yang merasa terpukau oleh ke tampanannya langsung tertunduk malu melihat kebodohanku yang tidak menyangka sama sekali kalau pria itu akan melihatku.
            Rasa salah tingkah ini membuatku mencoba memperbaiki posisiku. Berharap pria itu tidak mengetahui kalau aku sudah terperangkap oleh panah cupid yang tidak kutahu datang dari arah mana.
            Laju busway sedikit membuat aku dan penumpang lain terombang-ambing karena berusaha mempertahankan posisi agar tidak terjatuh atau terbentur dengan penumpang lain. Begitu juga dengan pria dihadapanku. Ia dengan cepat langsung meletakan tangannya yang kekar pada dinding kaca di belakangku. Kini, jarak kami begitu dekat. Bahkan saking dekatnya, aku bisa mencium aroma tubuh maskulinnya yang tiba-tiba menyeruak dari balik kemeja birunya.
            Oh Gosh!! Please help me!!
            Entah kenapa di saat seperti ini, otakku sepertinya langsung mempersiapkan skenario yang harus aku perankan. Bahkan memberikan gambaran apa yang harus aku lakukan jika tiba-tiba saja pria itu menciumku tanpa sengaja saat busway mengerem mendadak. Aha!! Pikiran mesumku langsung meraja lela kali ini.
            Karena asik dengan berbagai gambaran peran yang ada di otakku, tanpa kusadari pria di hadapanku telah turun di salah satu shelter di daerah Kuningan.
            “ Eh!! Kemana dia??” gerutuku kesal.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kisah-kisah di atas adalah beberapa sinopsis cerita yang ada di kumcer HISTOIRE D'AMOUR.. Ketika cinta  dapat menyapa dengan kondisi apapun. :)
Silakan klik di sini atau bisa kirim email ke : admin@nulisbuku.com untuk pemesanannya.


Thanks. ^^)v

You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe