.

[ Tips ] – Bingung Ke Mana Saat Akhir Pekan? Ke Museum Aja, Yuk!

6:34:00 PM





Tinggal di Jakarta, mencari nafkah di Jakarta, kadang kita suka lupa dengan keunikan yang Jakarta tawarkan. Kadang kita suka lupa bahwa di balik hiruk pikuk Jakarta yang serba macet, padat, dan sibuk, tersimpan sesuatu yang kadang kita sendiri sebagai warga Jakarta tidak menyadarinya.

Nah, saking tidak menyadarinya, kadang sampe lupa kalau saat akhir pekan tiba, bingung mau ke mana? Main ke Mall, pasti bosan. Yang ditemukan cuma itu-itu saja. Sebut saja, bioskop kalau mau nonton, restoran kalau mau makan-makan enak, department store kalau mau belanja. Lalu, jika di antara semua itu sedang tidak ada yang di inginkan, kudu ke mana lagi buat menghabiskan akhir pekan?

Sadar nggak sih, kalau di Jakarta itu banyak banget museum. Nah, akhir-akhir ini saya berusaha untuk menghindari pergi ke mall supaya bisa menikmati Jakarta dengan cara yang berbeda. Yaa, menjadi turis di kota sendiri. Kalau selama ini saya selalu senang menikmati kota di negera lain, kali ini saya ingin menikmati kota saya sendiri dengan cara mengunjungi museum.

Dari pada bingung, harus mulai dari mana, mending disimak daftar museum yang saya sudah kunjungi di Jakarta, mungkin bisa menjadi bahan referensi menghabiskan akhir pekan di Jakarta.


Art Museum di Ciputra Artpreneur – Lotte Shopping Avenue.




Kalau yang sering main ke mall ini pasti tahu. Atau mungkin nggak tahu kalau ada museum di Lotte Shopping Avenue?



Selain sebagai tempat belanja dan makan, Lotte Shopping Avenue Mall juga menyediakan salah satu bagian dari gedungnya untuk keperluan pertujukan seni. Lokasinya tepat di lantai 11-13. Dan di lantai tersebut ada museum-nya lho.



Museum tersebut adalah koleksi pribadi dari Bapak Ciputra yang isinya adalah lukisan dari maestro pelukis Hendra Gunawan. Walaupun tidak begitu besar seperti museum kebanyakan lainnya, tapi interior dan lukisan serta karya seni lainnya bagus banget. Walaupun saya nggak begitu ngerti soal lukisan, tapi komposisi warnanya cukup menarik untuk bisa bertahan lama di satu lukisan ke lukisan lain.




Tidak hanya lukisan yang ditawarkan di museum ini, ada patung dan beberapa barang seni lainnya. Pokoknya selain tempatnya bagus, di sini bisa foto-foto juga lho. Instagram-able banget deh. Oia, untuk masuk ke sini gratis lho. Museum ini tutup setiap hari Senin dan hari libur nasional lainnya.







Museum Nasional Indonesia ( Museum Gajah )






Pernah denger soal museum ini? Kalau pernah denger pasti tahu dong di mana lokasinya?
Yak, lokasi museum ini persis di seberang shelter Transjakarta Monas. Dengan tiket masuk seharga IDR 5.000,- saja, kita bisa menjelajahi seluruh isi museum tersebut. Walaupun pada saat saya datang, gedung A, sedang dalam tahap renovasi ( gedung A adalah area arca, benda-benda pusaka), tapi masih ada gedung B yang juga nggak kalah kerennya.




























Mengunjungi museum ini, sudah ketiga kali bagi saya. Walaupun sudah sering, tapi tidak membuat saya bosan. Karna di beberapa kunjungan, saya kurang begitu lama menikmati satu benda-benda bersejarah. Bahkan ada beberapa foto-foto zaman dahulu yang nggak saya sadari keberadaannya saat itu. Dan dikunjungan kali ini saya berusaha untuk menikati tiap benda-benda bersejarah. Tapi, teteup juga yah untuk ambil foto heheh.







Area gedung B, itu terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama di gunakan untuk sekilas informasi mengenai museum tersebut. Yang mana sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Dan memang sudah dijadikan museum sejak dulu . Lalu, masih di lantai yang sama ada informasi mengenai hasil peninggalan purbakala, seperti tengkorak manusia pra sejarah, diorama manusia pra sejarah, dan peninggalan senjata serta alat bercocok tanam manusia pra sejarah.


Lalu, di lantai dua, digunakan untuk barang-barang peninggalan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi di zaman dahulu. Di sini terdapat prasasti tentang ilmu pengetahuan lainnya. Yang mana saat itu semua informasi masih ditulis di atas batu.





Di lantai tiga, digunakan  untuk area yang berhubungan dengan system organisasi social yang ada di zaman tersebut dan cara hidup masyarakat yang ditunjukkan dengan beberapa peninggalan berang-barang dari perunggu.






Museum Bank Indonesia



Terletak di seberang stasiun Kota dan shelter Transjakarta Kota dan tepat berada di samping Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia menawarkan pengalaman mengunjungi museum yang berbeda.

Bangunan museum yang bergaya Belanda, yang sejak awal memang digunakan sebagai bank oleh pemerintahan Belanda saat itu, tergolong unik. Karna saat masuk ke gedung tersebut area pembelian tiket itu ada di lantai 2. Di mana saat menaiki tangga tersebut seperti sedang mamasuki sebuah instana.



Yang lebih unik lagi, saat mulai memasuki ruang pameran, terdapat beberapa patung yang benar-benar mirip manusia yang digambarkan sebagai orang Belanda. Patung-patung tersebut menggambarkan para nasabah di zaman Belanda dahulu yang ingin melakukan transaksi perbankan. Memang kebetulan area yang saya masuki pertama kali adalah area customer service dan teller.



Lalu, ketika memasuki koridor selanjutnya, pengunjung akan disuguhkan dengan atraksi lampu-lampu dan dinding yang berwarna biru. Seakan-akan pengunjung diajak untuk kembali ke masa lalu dan melihat semua kegiatan transaksi perbankan saat itu.



Ruang area berikutnya adalah informasi mengenai transaksi awal dari masyarakat Indonesia. Di mana di mulai dengan transaksi jual beli ketika pedagang asing datang untuk membeli rempah-rempah. Diorama tentang perairan di Indonesia, serta lukisan wajah para penjelajah asing yang pernah mampir ke Indonesia. Sebut saja Cheng Ho dan Alfonso d’ Albertqueque. Hayoo, pernah dengar kan saat pelajaran sejarah dulu?








Lalu ketika bergeser sedikit ke area tengah, terdapat diorama yang berisi patung-patung para nasabah Belanda yang sedang melakukan transaksi juga. Beneran deh, kalau diliatin lama-lama patung-patung tersebut berasa hidup hahah. Di dekat situ juga ada pameran tentang pakaian-pakaian tentara Indonesia dan tentara penjajah juga.
Seharusnya, masih ada area yang dipamerkan lagi, tapi saat itu sedang direnovasi. Jadinya tur museum Bank Indonesia sudah berakhir di area sini.


Tapi, jangan khawatir karna di area belakang, terdapat hall yang biasa digunakan sebagai area pernikahan. Tempatnya bagus banget. Dan saat saya datang ke situ, sedang ada gladi resik untuk pesta pernikahan lho.  Langsung jadi romantic rasanya.



Oia, tiket masuknya hanya IDR 5.000 saja lho.


Mengenal sejarah memang begitu menyenangkan. Seakan-akan kita diajak untuk kembali ke masa lalu dan mempelajari cara hidup mereka saat itu.  Jadi, masih bingung akhir pekan harus ke mana? Ke museum aja yuk!


XoXo
Vindri P.

Instagram    :@veendoorie
Twitter         : @veenzy
Facebook    : www.facebook.com/vindri.p



You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe