.

Dan kami bergerak untuk sastra

5:15:00 AM

Ketika pusat dokumentasi terlengkap di Indonesia - PDS H.B Jassin, terancam ditutup sontak semua pelaku sastra dan pencinta tercengang. Masalahnya sangat klise, kurang biaya. Selama ini, pusat dokumentasi tsb memang di biayai oleh dana pemerintah, namun semakin lama dana tsb semakin sedikit. Padahal untuk merawat dokumentasi yang umurnya sudah sangat tua tidaklah murah. Jelas hal ini membuat pelaku sastra dan pecinta sastra merasa harus melakukan sesuatu untuk mempertahankannya.

Untuk itu, saya dan beberapa penulis lainnya ikut dalam proyek yang digerakan oleh @bergeraksastra yang didukung oleh nulisbuku.com , untuk menerbitkan sebuah antologi yang berisi 7 essai, 10 cerpen dan 42 puisi. Tujuannya adalah karna kami memang peduli akan sastra Indonesia. Apa jadinya jika pusat dokumentasi ini benar-benar tutup nantinya? Anak cucu saya pastinya tidak akan mengetahui sastra Indonesia yang sudah dikenal di mancanegara. Ironis memang.


Di buku ini saya menyumbangkan 1 cerpen " Pita Jingga " dan 2 puisi " Dan aku akan segera mati" & " Kala rasa membuncah gila". Saya hanya mencoba membantu. Dan karna saya seorang penulis, maka hanya dengan cara itulah cara saya membuktikan kalau saya peduli.


Buku ini sudah bisa dipesan di sini , dan seluruh royalti dari buku ini akan disumbangkan ke PDS H.B Jassin.

Berikut beberapa sinospsi dari buku ini :

Karya terbaik bukan lagi ditentukan oleh sastrawan senior, komunitas, atau pun dewan redaksi. Karya terbaik ditentukan oleh khalayak. Khalayak seperti saya banyak mengandalkan rasa dibanding makna atau tujuan sesungguhnya dari puisi tersebut. Kata-kata yang lebih lugas, tidak terlalu banyak diksi, menjadi lebih menyatu dengan hati khalayak.Lusiana Trisnasari

Kemerdekaan berpikir tentu akan semakin berkurang. Aspirasi kita hanya bisa sampai tingkah mulut ke mulut. Belum pula ditambah bumbu-bumbu dalam prosesnya. Namun dengan sastra, ia diungkap dengan luas dan lugas. Ia selalu mengungkapkan kejujuran yang ada, yang sebenarnya harus diceritakan tanpa harus dibelokkan.Aveline Agrippina Tando

Seharusnya kita lebih bangga kepada bangsa kita, bahasa yang kita punya dan kebudayaan bangsa ini. Banyak bangsa lain yang iri karena kita memiliki budaya atau ciri khas yang beraneka ragam. Maka dari itu kita harus kembangkan dan jaga… 

Jadi tunggu apa lagi, kapan lagi bisa beli buku sambil menyumbang. Ini juga demi kelestarian peradaban kita. Karna sastra merupakan bagian dari budaya kita.

You Might Also Like

0 comments

Followers

Popular Posts

The House of Full of Story

Selamat datang di rumah saya yang penuh dengan cerita tentang perjalanan, buku, pemikiran, dan apa pun yang mungkin saja akan saya tuangkan.

Jangan lupa untuk share cerita kalian di kolom komentar yah supaya bisa menjadi inspiriasi baru buat saya dan teman-teman lainnya.

=========================================

Welcome to my house that full of joy of story about traveling, book, random thought and anything that i will share in this blog.


Dont forget to share anything in comment section so it become new insight for me and other readers.


Contact me : Vindri.prachmitasari@gmail.com

Phone : +62-85218846138

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe