.

Rise of The Planet of The Motorcycles

11:11:00 PM

Jika di Hollywood ada " Rise of The Planet of The Apes", maka di Jakarta ada Rise of The Planet of The Motorcycles.

Kenapa dan kok bisa di samain?
Begini..

Diceritakan dalam Rise of The Planet of The Apes, ada suatu adegan dimana banyak simpanse yang menguasai jalan serta daerah hingga akhirnya membuat kemacetan luar biasa di jalanan tsb. Nah, ini sama dengan Rise of The Planet of The Motorcycles. Baik Kera (Simpanse) dan motor sama-sama menguasai jalanan. Bedanya yang satu hanya sebuah film fiktif dan satunya benar-benar nyata.

Bisa di bayangkan apa yang terjadi jika Motor sudah menguasai jalanan? 
Katakan ini hanyalah ketakutan saya saja atau mungkin ketakutan beberapa orang lain juga. Tapi jujur saja, mewabahnya motor di jalanan Jakarta membuat hak saya dan beberapa pejalan kaki lainnya terampas. Hak-hak para pejalan kaki itu hilang sudah. Bukan karna motornya, tapi karna keegoisan dari masing-masing pengendara yang sepertinya sudah tidak memikirkan pengguna lain yang menggunakan jalan itu. Liat saja, saat lampu merah - yang dimana mereka harus berhenti - para pengendara itu tetap menerobos bahkan sepertinya tidak memberikan kesempatan penjalan kaki untuk menyebrang jalan. Trotoar sudah bukan milik penjalan kaki lagi, karna di antara mereka ada yang mengendarai motor demi menghindari kemacetan di trotoar yang notabene trotoar itu dikhususkan untuk pejalan kaki. Bagaimana nasib saya sebagai penjalan kaki? Mau jalan di mana lagi? Atau haruskan juga membeli kendaraan hanya untuk memenuhi kesumpekan Jakarta? 

Saya sih, tidak membenci pengendara motor atau motor itu sendiri. Saya hanya membenci keegoisan dari beberapa mereka dalam menggunakan fasilitas umum. Jalan umum itu bukan untuk satu kelompok pengguna saja. Tapi untuk semuanya. Jadi bisa kan, antara masing-masing pengguna untuk mengurangi keegoisan masing-masing demi terciptanya keharmonisan bersama dalam menggunakan jalan serta berdisiplin menaati peraturan? Pasti bisa lah! Jadi kemacetan tidak terlalu parah dan pejalan kaki bisa memiliki hak nya kembali.

You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe