.

[ Edisi Bandung ] - Tidak Melulu Tentang Wisata Belanja dan Kuliner, 3 Wisata Alam di Bandung Bikin Otak Kembali Segar.

5:13:00 PM

Selama ini Bandung terkenal sebagai tempat surga belanja murah dan makanan yang enak, murah, dan unik. Sehingga tidak heran, jika akhir pekan tiba atau musim liburan, Bandung akan dipenuhi oleh warga Jakarta, yang mungkin hanya sekedar untuk belanja atau icip-icip kuliner baru di Bandung. Terbukti dari sepanjang mata memandang di Bandung, plat mobil B selalu terlihat di mana-mana. Memutuskan mencoba liburan akhir tahun di Bandung, berarti harus mampu melihat kemacetan yang disebabkan oleh mobil berpelat Jakarta. Karna saya sendiri bingung, ketika jatah cuti masih banyak, namun tidak ada rencana liburan akhir tahun, maka liburan ke Bandung menjadi pilihan yang terbaik.

Sebenarnya tidak hanya warga Jakarta yang menjadi turis langganan di Bandung, beberapa turis dari luar Pulau Jawa bahkan dari luar negeri pun selalu menjadikan Bandung sebagai salah satu destinasi di Indonesia yang wajib dikunjungi. Namun, sebenarnya terlepas dari wisata belanja dan kuliner, Bandung masih memiliki banyak sekali wisata yang ditawarkan, salah satunya yaitu wisata alamnya yang tidak jauh dari pusat kota Bandung.

Bandung sendiri sudah terkenal dengan wisata alamnya yang berupa Kawah Putih di Ciwidey dan wisata Tangkuban Perahu. Lalu, wisata alamat apalagi nih yang bisa ditawarkan selain yang sudah terkenal seperti kedua wisata tersebut?

  

Tebing Keraton










Bagi warga Bandung, Tebing Keraton merupakan tempat wisata hits, mainstream bagi anak muda Bandung dan warganya. Tapi. mungkin bagi sebagian orang, yang tujuannya ke Bandung hanya untuk makan dan belanja, nama Tebing Keraton mungkin belum begitu menggaung. Tebing Keraton sendiri adalah sebuah tebing yang masuk ke dalam Kawasan Taman Hutan Ir. H. Juanda. Di media sosial sendiri, Tebing Keraton selalu jadi latar belakang foto para instagramer.



Dari segi namanya saja, Tebing Keraton artinya sebuah tebing. Namun, ini bukan, sembarang tebing biasa. Tebing Keraton adalah sebuah tebing yang masih berada di tengah kota Bandung,tepatnya di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung. Tebing Keraton menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan karena dari tebing ini wisatawan bisa melihat perbukitan, gunung, hutan hijau dan langit yang super bersih dan cerah.



Untuk menuju ke Tebing Keraton, bisa menggunakan kendaraan pribadi. Karna medannya yang lumayan sulit, sehingga tidak memungkinkan angkutan umum sampai ditempat itu. Namun, karna medan yang cukup sulit, kendaraan pribadi seperti mobil tidak akan bisa sampai di puncak Tebing Keraton, melainkan hanya sampai di bagian bawah saja. Selanjutnya, untuk menuju Tebing Keraton sendiri bisa menggunakan ojek yang akan mengantarkan sampai di puncak. Biaya IDR 50.000 untuk menaiki ojek tersebut. Tapi, tenang, biaya IDR 50.000 tersebut sudah termasuk PP lho. Jadi, harga segitu masih terasa wajar.

Beberapa orang mungkin akan memilih untuk berjalan kaki atau menaiki sepeda gunung, sama seperti saya yang awalnya ingin mencoba berjalan kaki sampai di puncak. Alasannya sih klise, itung-itung olahraga. Tapi, kayaknya saya menyerah, karna itu tidak semudah yang dilihat, Ferguso! Medannya sendiri cukup terjal hingga bisa membuat napas tersengal-sengal, yang ada saya bisa pingsan di jalan. Maka saya memutuskan naik ojek, dan memang benar ada beberapa jalanan yang masih belum begitu bagus sehingga pasti membutuhkan waktu yang cukup sulit. Tapi, jika yang lain mampu untuk berjalan kaki dan mendaki, tidak ada salahnya mencoba.



Ketika sampai di gerbang Tebing Keraton, mata langsung dimanjakan sama pemandangan yang tidak pernah dilihat di kota. Langit yang cerah, awan tipis yang berarak, hijaunya hutan dan lereng-lereng tebing lainnya yang membuat semuanya tampak sempurna. Ini saja masih pemandangan awal, apalagi jika wisatawan masuk ke dalam Tebing Keratonnya, pasti lebih menakjubkan lagi. Dan memang benar, pemandangannya bikin betah berlama-lama cuma untuk mengaggumi alam.

Biaya masuknya sendiri cukup murah, hanya IDR 15.000 per orang yang sebagai tiket masuknya akan diberi semacam gelang plastik berwarna biru. Harga yang cukup murah untuk bisa menikmati alam.


Pemandian Air Hangat Walini




Sebenarnya tidak ada niatan mau berkunjung ke Pemandian Air Hangat Walini, namun, ketika tempat tujuan tidak memberikan hasil yang sempurna, maka harus ada opsi kedua bukan? Berlokasi di Ciwidey Bandung sekitar 3 KM dari Kawah Putih, Pemandian Air Hangat Walini tidak hanya menyajikan wisata mandi air hangat, tapi juga menawarkan pemandangan yang membuat semua rasa lelah akibat macet akibat liburan akhir tahun, akhirnya hilang juga. 





Dengan membayar tiket masuk sebear IDR 20.000/ orang plus IDR 5.000 untuk mobil, saya sudah bisa menikmati jejeran kebun teh yang hijau, udara yang sejuk, spot foto yang bagus di antara jejeran kebun teh. Saya memang tidak berniat untuk mandi air hangat ketika berada di sini, hanya ingin sekedar berfoto di deratan kebun teh saja sih. Lagi pula, di tempat pemandian ini juga tersedia fasilitas lengkap. Seperti wahana memanah, parkiran luas, masjid dan tempat jajanan makanan yang banyak. Jadi bisa sedikti beristirahat sebelum melanjutkan ke tempat wisata lainnya.  

Ranca Upas.


Area Penakaran Rusa


Yang namanya area di Ciwidey ini memang selalu memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya dengan kawasan Kawah Putihnya yang selalu jadi primadona, tapi tempat wisata di sekitarnya juga mampu memanjakan mata. Saat melewati pintu masuk Kawah Putih dan menuju Pemandian Air Panas Walini, saya sempat bertanya-tanya wisata di Ranca Upas itu ada apa aja? Dan memang i had no idea what was inside it

Lalu, setelah mendapatkan sedikit informasi dari Instagram atas beberapa caption foto tentang tempat ini, baru akhirnya saya paham dan memutuskan untuk memasuki Ranca Upas.  Memasuki wisata di Ciwidey memang tidak lepas dari wisata alam. Begitu juga dengan Ranca Upas. Ketika pertama kali masuk hal yang langsung ditangkap mata saya adalah, banyaknya pohon yang berjejer ketika mulai memasuki kawasannya. Begitu juga dengan area parkirnya. Tapi, bukan berarti tidak ada kehidupan di Ranca Upas. Banyak terdapat kedai makan, fasilitas outbond, pemandian air panas, tempat menginap dan fasilitas wisata lainnya. 



Ada dua fasilitas yang langsung bisa dilihat sekilas ketika berada di Ranca Upas. Yang pertama adalah fasilitas untuk camping. Bagi yang ingin merasakan tinggal dekat dekat dengan alam dan merasakan suasana alam dari pagi hingga malam, melakukan camping dengan keluarga adalah pilihan yang tepat. Lalu, harus bawa peralatan camping dong kalau mau ke sini? Tentu saja tidak. Karna di Ranca Upas disediakan penyewaan alat camping sehingga memudahkan bagi wisatawan yang tidak memiliki peralatan khusus camping



Dan yang kedua adalah, adanya fasilitas penakaran rusa. Keren kan. Ini benar-benar kembali ke alam dan dekat dengan alam namanya. Paket lengkap deh. Dari gunung, danau, hutan, rusa dan sejuknya udara plus fasilitas modern yang masih terdapat di sekitarnya bikin betah lama-lama di tempat ini. Lalu, tiket masuknya sendiri berapa? Untuk tiket masuk cukup membayar IDR 15.000 per orang plus parkir mobil IDR 5.000, ini khusus pengunjung yang jalan-jalan aja yah bukan untuk camping karna beda lagi harganya. 



Dan untuk masuk ke penakarannya harus bayar berapa lagi? Tenang, untuk masuknya gratis kok, tapi kalau ingin memberi makan rusanya bayar IDR 10.000 untuk beberapa buah wortel.  Pengunjung bebas bermain dengan rusa yang berkeliaran di sekitar penakaran. Tidak ada larangan khusus. Bahkan menyentuh rusa pun bisa. Beberapa pengunjung termasuk saya sibuk mengabadikan momen ketika memberi makan beberapa rusa dengan latar belakang bukit serta lapangan yang hijau. Mata dan otak benar-benar termanjakan. Apalagi kala itu sedang hujan sehingga suhu turun menjadi lebih dingin dari biasanya. Rasanya seperti mendekati musim gugur di Korea atau Jepang lho. Dingin! 



Tidak hanya wisatawan lokal yang asyik bermain dengan rusa. Beberapa wisatawan dari luar negeri seperti Tiongkok, Malaysia juga banyak kok berkunjung ke Ranca Upas. Ini artinya, Ranca Upas sudah terkenal di kalangan wisatawan luar negeri juga. Saya aja yang kurang update kalau gitu hahah. 

Sesekali jadi model iklan sampo, tidak dosa kan?


Oia, ada sedikit tips, lebih baik menggunakan sepatu boots ketika turun ke area penakarannya. Karna kadang di Ranca Upas sering turun hujan sehingga tanah di sekitarnya sering becek dan berlumpur, atau jika tidak punya, pihak penakaran juga menyediakan penyewaan sepatu boots jadi tidak akan merusak sepatu kesayangan kalian.  





Wisata alam memang mampu membuat siapa pun kembali segar. Otak yang selama ini mumet sama kerjaan bisa terobati ketika melihat bukit hijau, gunung, awan, dan pemandangan alam yang indah banget. Bandung memang memiliki segalanya yang tidak dimiliki Jakarta. Wisata alam, wisata kuliner, surga belanja dan budanya semua ada. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak ke Bandung, apalagi ketika tahu bahwa Bandung tidak melulu soal kuliner dan belanja.


See yaa!
Vindri Prachmitasari

Email                         : vindri.prachmitasari@gmail.com
instagram                  : @veendoorie
Facebook FansPage     :https://web.facebook.com/Vindri.Prachmitasari.Author








You Might Also Like

6 comments

  1. Keren-keren tempatnya
    izin bookmark yah kak, untuk referensi tempat wisata yang akan didatangi ketika main ke Bandung. Lumayan jadi nggak perlu browsing2 lagi.. hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah berkunjung..
      Iya, silakan dibookmark. :)

      Delete
  2. Wah aku paling suka wisata alam dibandingkan belanja belanji, apalagi di bandung super duper padett. Thank you listnyaa, satupun belum pernah ngunjungin wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belanja bikin selalu tekor soalnya haha..
      Sama sama, semoga bermanfaat :)

      Delete
  3. Pemandian air hangat walini. Kayaknya menarik untuk dikunjungi. Lihat fotonya yang keren. Ah, masuk wishlist.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya menarik. Cuma sekedar foto2 aja udah oke kok heheh

      Delete

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe