.

[ Artikel ] - Tren Short Escape di Kalangan Traveler Kantoran.

12:16:00 AM



Sebagai seorang pekerja kantoran di perusahaan logistik yang dari Senin sampai Jum’at bekerja dan kadang-kadang masih juga harus memonitor pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu secara daring, otak rasanya ingin terbebas dari semua kegiatan yang berbau kerjaan. Kadang-kadang saking mumetnya otak rasanya sudah tidak mampu lagi menerima perintah untuk mengerjakan pekerjaan. Walhasil butuh banget liburan. Tapi, kendala yang sering dihadapi oleh pekerja kantoran seperti saya adalah terbatasnya waktu cuti.

Cuti di kantor saya sendiri tersedia 15 hari. Dan itu bisa berkurang jika mengambil cuti bersama dua hari sebelum lebaran dan dua hari setelah lebaran. Jujur saja, saya jarang mengambil cuti di waktu lebaran. Karna sayang jatah cuti saya akan berkurang. Karna kadang, saya sudah mengambil jatah cuti untuk rencana traveling berikutnya. Namun, sebelum waktu traveling tersebut tiba, otak udah keburu kebakar rasanya.

Lalu, apa yang biasa saya lakukan ketika beban kerjaan sudah melampaui batasannya dan otak sudah tidak bisa menerima lagi? Saya biasanya dengan terpaksa mengambil cuti sehari pada hari Jum’at yang kemudian bisa disambung dengan akhir minggu dan melakukan short escape liburan.

Short escape sendiri berarti liburan singkat yang tidak terlalu membutuhkan waktu cuti lama. Biasanya jenis traveling hanya membutuhkan sehari cuti saja. Dan kebanyakan short escape sering terjadi bagi warga Jakarta yang sering mengalami stres, baik soal kerjaan, kemacetan Jakarta yang nggak ada hentinya, serta suasana suntuk yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Pokoknya bagaimana cara agar bisa lepas dari semua hal yang membebani otak. Dan biasanya destinasi yang dipilih oleh traveler kantoran adalah destinasi domestik.

Short escape sendiri sudah sering terdengar di kalangan traveler kantoran lainnya. Artinya, di masa sekarang, liburan bukan lagi menjadi barang mewah tetapi sudah menjadi kebutuhan mendasar. Tingkat stres akibat pekerjaan yang semakin meningkat dan hilangnya waktu untuk diri sendiri membuat karyawan kantoran biasanya mencoba untuk mencuri waktu sebisa mungkin untuk sekedar liburan dan melepas penat walapun dengan waktu yang sempit.

Selain karna stres yang berkepanjangan, penatnya kehidupan perkantoran dan serba diburu-buru, ada hal-hal lainnya yang juga akhirnya memicu traveler kantoran untuk tetap melakukan short escape tanpa banyak berpikir.

Berikut adalah 3 alasan lainnya yang menguatkan keinginan pegawai kantoran untuk bisa melakukan short escape.


Tiket Pesawat Murah




Dulu, saya ingat banget kalau untuk sekedar traveling harus memiliki dana yang besar. Apalagi harga tiket pesawat destinasi wisata sudah pasti mahal dan langsung bikin kantong tipis mendadak selama berbulan-bulan. Makanya hanya kalangan tertentu saja yang bisa pergi traveling. Sementara jiwa-jiwa remahan sisa ayam geprek seperti saya hanya bisa mendengar cerita saja betapa senangnya bisa traveling dari mereka yang berdompet tebal karna banyak uang, bukan karna sisa kertas receipt belanjaan.

Selang beberapa tahun berikutnya, rakyat jelata seperti saya akhirnya bisa juga menikmati yang namanya traveling dengan dana rendah. Semua itu berkat tiket pesawat murah yang didapat dari promo travel website pesawat berdana rendah. Semakin hari promonya semakin menggila, bahkan sampai nggak segan-segan langsung klik dan terbitlah tiket. Ditambah beberapa pesawat full service lainnya juga mencoba menarik pelanggan dengan memberikan diskon gila-gilaan baik secara online maupun secara offline.

Tiket pesawat murah memberikan keuntungan bagi karyawan untuk tetap bisa meminimalkan pengeluaran namun tetap bisa melakukan short escape.


Destinasi Domestik





Short escape sejatinya memang hanya bisa dilakukan di waktu yang terbatas, maka pemilihan destinasi juga harus dipikirkan untuk bisa mengakomodir serta memudahkan untuk bisa dilakukan dalam waktu singkat juga. Wisata di Indonesia akhir-akhir ini sedang naik daun, bukan karna memiliki ilmu kanuragan meringankan tubuh seperti Wiro Sableng tapi karna promosi yang gencar melalui media sosial sehingga beberapa tempat wisata yang ada di daerah di Indonesia mengalami peningkatan pengunjung jika di bandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Destinasi domestik juga menjadi pilihan saya saat saya memutuskan untuk melakukan short escape. Jujur seringnya berpergian ke negara lain justru bikin penasaran sama kota lain di Indonesia. Karna hanya memiliki waktu terbatas, maka pilihan saya jatuh ke kota Semarang. Selain dekat dengan Jakarta karna masih satu pulau, Semarang penuh dengan segala sesuatu yang saya sukai. Kota tua, kuliner, transportasi mudah dan murah. Semuanya ada di kota ini. Tidak ada alasan untuk menunda short escape karna ini demi tetap waras ketika bekerja. Sama seperti slogan ilmu Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Mensana In Corporesano - di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat juga, maka short escape harus segera dilakukan.




Selain itu pilihan destinasi wisata domestik juga di dasari karna rencana tersebut tidak terencana sejak awal tahun alias datang begitu saja ketika dibutuhkan serta berdana murah ketimbang harus melakukannya ke luar negeri. Makanya kadang ketika melakukan short escape saya tidak terlalu meributkan soal itinerary yang lengkap serta mengumpulkan uang yang banyak. Makanya, saya tidak ingin jauh-jauh berpergian, wisata domestik adalah pilihan yang sesuai.

Kemudahan Informasi dari Aplikasi

  
Dulu saya ingat sekali, ketika harus membeli tiket untuk mudik lebaran, saya harus menyisihkan waktu saya untuk pergi ke travel agent terdekat untuk membeli tiket. Informasi soal harga tiket saat itu juga minim sekali, sehingga saya tidak memiliki perbandingan harga yang murah antara satu maskapai dengan maskapai lainnya. Saya hanya taunya, datang-infokan tujuan-informasi harga-beli-terbitlah tiket. Tidak seperti saat ini, ketika semua dimudahkan oleh yang namanya teknologi. Termasuk ketika harus memesan tiket sendiri. 

Teknologi saat ini memungkinkan semua orang untuk bisa mendapatkan informasi mengenai promo tiket dari berbagai maskapai melalui satu aplikasi travel. Saya menyukai sesuatu yang sederhana, tidak terlalu berbelit-belit, informatif dan langsung menuju sasaran yang dituju. Seperti aplikasi Pegipegi. Aplikasi Pegipegi memudahkan pengguna untuk bisa menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus pusing dan bertanya pada orang lain bagaimana cara memesan atau mengecek harga tiket pesawat. Semua bisa dilakukan sendiri tanpa rasa khawatir.

Saya termasuk orang yang mementingkan user interface dari sebuah aplikasi. Ketika pertama kali membuka aplikasi tersebut dan tidak menemukan kesulitan dalam hal memuat informasi dari aplikasi, maka aplikasi tersebut sudah memenangkan poin penting dari saya. Artinya saya bisa mendapatkan informasi apa pun dari aplikasi tersebut dengan cepat.



Untungnya aplikasi Pegipegi mampu memenuhi harapan saya sebagai aplikasi yang langsung bisa memberikan informasi mengenai promo tiket pesawat di halaman pertama mereka, pilihan mode transportasi, hotel, dan travel tips lainnya tanpa harus meng-scroll down dan mengklik-nya berkali-kali.



Menu mode penerbangannya juga tidak kalah mudah. Ketika diklik, pilihan bandara dari dan ke serta tanggal keberangkatan dan tanggal kembali langsung tersedia tanpa harus diklik berkali-kali atau membutuhkan waktu lama untuk memuat informasi tersebut. Pilihan maskapai juga banyak tersedia, mulai dari yang murah sampai yang mahal. Informasi mengenai potongan harga juga juga sudah tersedia dengan menampilkan harga yang awal yang dicoret dan harga setelah diskon. Begitu juga dengan informasi ringkasan pesanan serta biayanya jika mengklik bagian detail.



Lalu bagaimana dengan metode pembayarannya? Semuanya mudah kok. Ada berbagai jenis metode pembayaran yang bisa dilakukan. Mulai dari pembayaran dengan transfer bank via daring atau ATM, debit, kredit, internet banking, bayar di minimarket dan bisa juga melalui kredit tanpa kartu kredit. Semuanya tersedia dengan lengkap. Kalian tinggal pilih mau yang mana. Setelah melakukan pembayaran, tidak membutuhkan waktu lama, e-tiket untuk short escape terbit.



Pegipegi juga banyak memberikan informasi soal promo tiket pesawat lho. Dan semua informasi itu bisa di dapat di halaman pertama mereka. Silakan dicoba untuk klik pranaral  tiket pesawat Nam Air , karna informasi soal promonya bikin ngiler banget dan mudah lho.

Source : https://www.pegipegi.com/tiket-pesawat/nam-air/


Short escape sendiri adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk melepas lelah, penat, dan suntuk yang sering dialami oleh karyawan. Mungkin bagi beberapa orang, short escape hanya kegiatan yang tidak berfaedah bahkan terkesan menghambur-hamburkan uang. Namun, sebenarnya jika mengetahui caranya, short escape tidak semahal yang dibayangkan kok. Tiap orang cara mengatasi stres di tempat kerja itu berbeda-beda. Kalau saya sih tetap memilih melakukan short escape, karna saya bisa mendapatkan banyak faedah yaitu suasana baru, pengalaman baru yang tidak saya dapatkan jika hanya bobo cantik di rumah saja saat memutuskan untuk cuti serta bisa icip-icip makanan baru. Karna sesungguhnya liburan itu adalah kebutuhan. Kalau kamu gimana?


See ya!
Vindri Prachmitasari

Email                  : Vindri.prachmitasari@gmail.com
Instagram            : @veendoorie
Facebook            : https://web.facebook.com/Vindri.Prachmitasari.Author/ 














You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe