.

[ Edisi Manila ] - 5 Hal Menarik yang Ditemukan Selama Traveling ke Manila

11:23:00 PM



Mohon maaf nih, mohon maaf. Hmm, jadi cerita tentang blog ini masih berkisar traveling ke Manila . Padahal travelingnyta udah dilakukan sejak bulan Juli. Artinya sudah 4 bulan berjalan dan masih belum berganti tema. Tenang, wahai kisanak. Saya bukannya tidak mau bercerita tentang destinasi lainnya, tapi emang susah ngelupain mantan yang kenangannya masih berbekas di hati. Oops!

Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Nggak coba traveling ke Manila, maka nggak tahu ada apa aja di sana. Nah, saking mencoba mengenalnya, ternyata banyak hal menarik yang selalu jadi bahan pembicaraan saya dengan teman traveling lainnya ketika mencoba mengingat saat traveling ke Manila. Bahkan saking menariknya, jadi membekas banget lho. Sama kayak cinta pertama yang nggak bisa dilupain. Apeuu!


Manila itu bisa diibaratkan seperti Tom and Jerry. Benci tapi rindu. Love hate relationship. Mantan yang minta balikan. Dan lain sebagainya. Yang kalau saya sebutin satu-satu bisa jadi cerita lucu di Wattpad dan bisa dibaca jutaan kali hingga akhirnya novel fisiknya terbit dengan label ’ sudah dibaca 10 juta kali’. Tapi, saya tidak seperti itu, karna sesungguhnya saya belum menjadi penulis yang baik dan benar, walaupun sudah menerbitkan dua judul novel di tahun 2012 dan 2013.

Namun, di sini saya ingin bilang bahwa Manila itu sembilan sebelas sih dengan Jakarta. Sama sama sering diumpatin karna macetnya, sama crowded-nya, tapi teteup aja dicinta. Memang, dari segi infrastruktur, masih kerenan Jakarta ke mana mana tapi bukan berarti Manila tidak ada yang menarik. Buktinya stasiun MRT nya saja masih kalah jauh dengan bagusnya stasium KRL Jabodetabek lho.

Lalu, hal menarik apa yang saya temukan selama traveling ke Manila yang membuat saya dan teman saya jadikan sebagai bahan ghibah-an dikala laporan kantor dan urusan lainnya minta disingkirin saat itu juga.


1. Antrian & Keamanan

Jangan terkecoh dengan antrian mengular dari pintu masuk mall, karna sesungguhnya itu bukan temu penggemar aktor dan aktris Filipina, melainkan pemeriksaan tas dari petugas keamaan yang masih menggunakan tongkat manual untuk memeriksa tas pengunjung. Dan hebatnya mereka memisahkan jalur pria dan wanita lho. Karna kalau berbarengan itu bukan mukhrim namanya.

Selain itu, jangan heran jika melihat petugas security di beberapa mall di Manila menyangga senjata laras panjang di bahu mereka, bukan pentungan seperti di Indonesia. Hal tersebut adalah lumrah bagi petugas security untuk membawa senjata di sebuah mall atau tempat umum lainnya. 




2. Foods



Tidak perlu membeli dalam jumlah besar, karna sesungguhnya seporsi makan di Manila itu sudah bisa untuk berdua. Dan itu tidak terjadi sekali tapi sering terjadi ketika membeli makanan. Bahkan seringnya saking banyaknya, makanan tersebut masih bersisa dan bisa dibawa pulang untuk dimakan kembali di tempat penginapan. Jadi sebenarnya cukup hemat sih karna bisa dikonsumsi untuk makan berikutnya.





3. Transportasi



Bosan dengan kehidupan yang monoton? Ingin mencoba tantangan? Mungkin bisa mencoba menaiki three cycle di Tagaytay. Karna sensasinya luar biasa seperti menaiki wahana di taman bermain, selanjutnya terserah Anda! Kendaraan motor yang telah dimodifikasi dengan menambahkan kotak besar di samping kanan yang ternyata bisa ditumpangi oleh tiga orang, merupakan kendaraan lokal yang biasa dijumpai di Tagaytay sebagai alat transportasi.





Sistem transportasi di Manila sebenarnya cukup lengkap. Ada bus umum, bus AKAP, taksi, taksi daring, MRT dan Jepney. Namun, jika dibandingkan dengan transportasi di Jakarta, masih lebih baik sih. Tapi, untuk kenyamanan dan keamanan lebih baik menggunakan taksi daring yang bisa dipesan dengan mudah sama seperti memesan taksi daring di Jakarta.






4. Cuaca



Sering mengeluh tentang cuaca panas di Jakarta, mungkin bisa mencoba ke Manila supaya bisa tahu panasan mana antara Jakarta dengan Manila? Cuaca di Manila 11-12 dengan di Jakarta, namun Manila masih terasa lebih panas ketimbang Jakarta. Ini karna Manila terletak di dekat sungai dan laut, sehingga terasa panas. Mungkin panasnya sama seperti kalau tinggal di sekitaran Tanjung Priok dan sekitarnya. Untuk itu sering-seringlah mengoleskan sunblock ke wajah untuk mencegah penggelapan kulit serta kerusakan kulit akibat sinar UV.




5. Mata Uang




Nilai tukar mata uang Filipina yang lebih rendah membuat harga dan biaya hidup di Manila terasa lebih murah bagi warga +62. Bahkan Rupiah terasa raja di sana sehingga membuat saya dan teman saya serasa menjadi anak Sultan. Harga makanan yang murah, serta beberapa sovenir di toko sovenir di Mall of Asia terasa murah ketimbang makan enak di Jakarta.


Memang, Manila tidak sepopuler jalan-jalan ke Bangkok. Tapi, menyusuri kota tua di Manila, melihat kehidupan lokal masyarakat Manila serta mencoba berbagai hal baru di Manila dan merasaan suasana berbeda bisa menjadi alternatif baru bagi yang bosa dengan kehidupan traveling yang itu-itu saja. Tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat yang baru, bahkan tidak populer. Karna hal-hal yang menakjubkan pasti akan muncul dengan sendirinya.


See Ya!
Vindri Prachmitasari.

Email               : Vindri.prachmitasari@gmail.com
Instagram        : @veendoorie





You Might Also Like

6 comments

  1. Duh, jadi pengen banget buat kesana..

    ReplyDelete
  2. Hahaha... ngomong² soal transportasi di Manila. Lebih gahar dibandingkan sopir bajaj Jakarta. Tapi saya kadang ngerasa nggak aman kalau jalan di pinggir jalannya. Mungkin karena cuma turis, ya. Soalnya sehari² jalan di daerah Mangga Besar, Kota, Jakarta jam 10 malam baik² saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama di Manila, saya juga gak berani plng malam. Pdhl di JKT mah tengah malam msh dijabanin. Emang vibe nya beda sih,lbh gahar di mereka. Sampe pengen nyoba jepney tp udah jiper duluan hahah

      Delete
  3. Manila, mungkin tidak akan menjadi daerah tujuan wisata ku, soalnya gak suka dengan suhu yang panas, ingin nya yg adem-adem aja. Terimakasig ulasan nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manila memang panas banget ketimbang Jakarta, bagi yg gak suka sama panasnya, Manila memang gak jadi pilihan. Tapi, kalau mau liat sesuatu yg beda atau seperti Jakarta tahun 80an, Manila bs jadi pilihan untuk dijajal hahah

      Delete

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe