.

(Edisi Seoul) : Fly To Seoul - Day 1

12:29:00 AM

I am back!!!

Nggak sabar yaah pengen tahu kelanjutan cerita day 1 saya di Seoul hihihi.
Tenang, akan saya ceritain semua disini. Tapi sebelumnya, saya mau infoin nih itinerary saya selama di Seoul - Korea selatan sebagai referensi kalian nih kali-kali ada rejeki bisa ke Seoul juga atau ada yang bakal pergi dalam waktu dekat ini. 


Itinerary Seoul, Day 1


  • Arrived.
Okeh, setelah pesawat kami boarding juga dan mengalami turbulensi yang lumayan bikin jiper saat take off, mulai dari take off di bandara Soekarno Hatta , dan landing dengan mulus di KLIA2 dan take off lagi dari KLIA2 yang juga sedikit mengalami turbulensi namun nggak seperti waktu di Jakarta dan sulit untuk tidur secara terlalu excited ato mungkin lebih tepat karna nggak ada guling kesayangan jadi sulit untuk tidur, akhirnya kami sampai dengan selamat di bandara yang selalu jadi impian kami, bandara international Incheon.

Waktu kedatangan sekitar jam 8 pagi, tepatnya sih nggak inget jam berapa hahah. Secara udah seneng duluan dan dan buru-buru pengen ke pusat kota. Tapi harus ngelakuin kewajiban dulu dong, report ke petugas imigrasi. Yang artinya, cap di buku paspor nambah lagi ini heheh.

Antriannya cukup lama, karna sumpah banyak banget pendatang seperti kami aka turis yang datang hari itu. Jadi cukup menguras waktu sekitar 30 menit sendiri untuk antri sampai dapat cap di petugas imigrasinya. Karna waktunya masih lama, boleh dong kita kabar-kabari orang rumah kalau kami sudah sampai dengan selamat. Alhamdulillah. ^^

Kebetulan banget di bandara ini di sediakan wifi gratis buat fakir wifi seperti kami. Jadi pulsa kami nggak kena roaming lho. Oia ada tips nih jika memang berencana untuk tidak menggunakan sim card Indonesia di luar negeri. Jadi sejak awal keberangkatan handphone di setting untuk tidak mengaktifkan tombol  'mobile data' .Karna kalau kelupaan saat handphone kita sedang nyala di luar negeri secara otomatis data kita akan habis, padahal kita nggak ngapa-ngapain lho. Trust me, ini beneran! Karna saya sudah mengalaminya huhuhu.

Nah ketika prosedur imigrasi selesai saatnya ambil bagasi. 
Oia, di post sebelumnya saya info bahwa saya memang berniat travel ini semi koper, artinya semua akomodasi di minimal mungkin untuk bisa belanja semaksimal mungkin, hahahah. Jadi saat itu saya bawa 2 koper. 1 Koper besar berisi keperluan pribadi, dan 1 koper kecil yang 'katanya' mo diniatkan untuk oleh-oleh. Saat membawa koper kecil itu hanya berisi sepatu boots, dan oleh-oleh untuk teman Korea saya yang akan kami temui nanti.






  • Lost Suitcase

Tapi ada kejadian nggak enak di bandara Incheon. Tas koper kecil saya tidak di temukan di bagian claim bagasi. Nah lho! Kemana tuh tas koper! Berkali-kali saya cek lagi ke conveyor belt-nya. Berharap si koper kecil telat keluarnya sehingga munculnya paling akhir. Tap ternyata tidak. Berkali-kali cek, hasilnya tetap nihil. Dan ternyata beberapa penumpang dari Indonesia lainnya dan negara lannya juga mengalami hal yang sama. KEHILANGAN KOPER! Malah diantara mereka tas kopernya ada yang rusak. Tunggu! Gimana dengan tas koper saya yang paling besar? Cek semua kondisi koper besar dan ternyata ada retak di dekat pegangan tangan di atasnya. Retaknya terasa banget saat memegang handle nya. Waahhh! Gawat nih! Koper baru beli nih! Dan pinjaman pulak! Baru dipake sekali, malah udah kayak gini kondisinya. Mau marah, marah sama sapa coba! Yaa udah, toh saya nggak sendiri, akhirnya saya coba informasikan kehilangan tas koper kecil saya kebagan lost and found air asia di bandara yang kebetulan berada satu area dengan claim bagasi. 

Untung saja petugasnya bisa bahasa Inggris dan helpfull banget lho. Mana lumayan keceh lagi heheheh.. tetep! Saya kemudian coba cuap-cuap jelasin kronologisnya, akhirnya ia meminta saya untuk mengisi formulir kehilangan, data diri, alamat selama di Seoul, no telponnya dana alamat email saya dan menginformasikan ciri-ciri dari koper kecil saya yang hilang itu. Petugas itu memberikan no telpon untuk bisa dihubungi kalau-kalau ingin menanyakan status koper saya, tanyain status kamu juga saya mau kok abang keceh heheh.. ( Apeeuuuu)  Informasinya sih 2-3 hari koper saya bisa di temukan dan dikirim ke alamat tempat saya menginap. Mudah-mudahan!

Oia, ternyata ada yang lebih parah dari saya lho. Salah satu penumpang dari Indonesia juga kehilangan koper yang mana semua pakaian dan barang pribadinya ada di koper itu. Kebayang dong gimana stressnya. Jadi yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan dan tas backpack kecil yang isinya mungkin cuma kamera dll. Haduuh.. kalau gitu ceritanya alamat langsung belanja baju buat besok. Kasian banget deh.

Setelah mencoba menetralkan diri dari kesialan hari pertama yang melanda kami, akhirnya kami putuskan untuk menyerahkannya pada yang Esa.. ( et dah ). Soalnya mau diapain lagi. Kopernya nggak ada, nggak mungkin kan kita harus menunggu selama kami di Seoul hanya untuk koper. Lagipula ini waktunya have fun. Jadi kami putuskan melupakan sejenak dan menikmati kota Seoul.

Sebelumnya kami harus membeli sim card dan T-Money dulu di minimarket sejuta umat Seven Eleven dan GS25.  Nah T-Money adalah electronic money yang bisa di gunakan untuk membayar subway, taxi, bus, telpon umum dll. Nah kartu ini bisa di isi ulang lho dan bisa di bawa ke Indonesia setelah kita balik nanti. Modelnya kayak EZ-Link Singapore, Flazz BCA Indonesia. Jadi mempermudah kita lho tinggal tap dan jalan.


Sim Card & T-money


Dulu sering denger dan baca kalau beli sim card di Korea itu harus bundel dan terikat kontrak dengan providernya. Tapi untungnya sekarang, ada sim card yang berlaku selama 15 hari saja lho. Sehingga modelnya kayak sim card di Indonesia yang bisa di pakai tanpa harus terikat. Harga T-Money sendiri beserta isinya sekitar 11.400 Won sedangkan sim cardnya sendiri mahal. Untuk kartunya dan pulsanya sekitar 23.000 Won. Coba di konversikan ke Rupiah kita tercinta 1 Won = Rp.12. Hmmm.. lumayan bikin sakit hati juga untuk ukuran sim card. hahahah.

Sim cardnya banyak macam tergantung jenis handphone dan jenis data yang di pilih. Mulai dari ukuran standar sampai ukuran nano juga ada. Jadi nggak perlu khawatir soal jenis handphone disini. Aktivasi sim card juga mudah tinggal log in via mobile web yang masih terhubung dengan wifi bandara , isi data dan selesai.

Akhirnya saya dan temen saya Komariah ikutan dengan geng Indonesia yang bernasib sama dengan saya kehilangan koper menuju Seoul Station. Petunjuk arahnya sangat jelas sehiingga kami tidak kesulitan menemukan di mana lokasi statiun kereta bandara yang akan membawa kami ke Seoul Station. Letaknya ternyata tidak jauh dari pintu keluar setelah claim bagasi. Berada di lantai bawah dengan menuruni eskalator plus bawa tas koper saya yang super gedeeee. Mungkin kehilangan koper kecil ada hikmahnya juga yah. Secara saya udah rempong dengan tas gede jadi mengurangi ke rempongan saya yang sebenarnya udah rempong juga nih heheh.

Setelah tap masuk, menunggu beberapa menit kemudian keretanya KTX / ARX datang dan cuusss menuju Seoul Station. Dalam perjalanan kami tidur bentar hahaha.. ngantuk cuyyyy...



  • Seoul Station
Beneran deh Seoul station itu gedeeeee banget. Sampe saya dan temen saya kebingungan sendiri untuk transfer ke line yang menuju ke area di hotel kami, harus lewat yang mana. Nggak heran sih, statiun ini menjadi stasiun utama kereta di seluruh Seoul. Karna semua linenya hampir semua ada di stasiun ini.

Dengan menggeret koper super gede, dan pasang mata sana sini liat petunjuk jalan akhirnya kami menemukan gate line kami. Ternyata lokasi gate kami itu ada diluar Seoul Station. Nggak begitu jauh sih cuma 50 langkah dari pintu Seoul Station dan kami tinggal naik lift menuju ke bawah. Oia ada hal yang bikin kita deg degan kartu T-money kami nggak berfungsi. Jeng Jeng!! Waduh gimana nih. Berulang kami kami coba tetap saja sama. Katanya E-33 yang artinya kartu sudah pernah di gunakan. Nah lho! Kartu palsu ato gimana nih! Berulang-ulang dilakukan sampe bego hasilnya masih sama. Kami berpikir mungkin saldonya abis. Yo wes, kita isi di vending machinenya yang pertama kali kami coba. Rada bingung untung saja ada bahasa Inggrisnya jadi lumayan ke bantu.

Lanjut setelah itu, kami coba lagi. Dan hasilnya selalu sama. Tidak ada petugas yang terlihat di area pintu masuk. Waduh nanya ama sapa nih? Berondong keceh itu kah? Atau Ahjussi keceh kah? Arggghh! Akhirnya kami melihat seorang pria separuh baya yang memakai pakaian security. Coba aja tanya ke dia dengan menggunakan bahasa tubuh plus sedikit bahasa Korea yang acak kadul.

" Ahjussi. This ( menunjuk kartu T-money ), sambil menyilangkan tangan ( x ). Andweyo!"
" Andweyo? Nal Ttalawa! ( Nggak bisa? Ikuti saya !)"
" Ye. ( Iya)"

Dan ternyata oh ternyata, kartu kami memang sudah pernah di gunakan oleh kami sendiri. Artinya kalau udah pernahh tap masuk dan kitanya nggak masuk maka untuk menormalkan kembali harus tap di jalur keluar. Fiuuhhh.. gitu toh.  Tapi ngomong-ngomong saldo kita kalau kayak gitu berkurang donk.. huaaaaaa....

Setelah masuk, geret koper, turun tangga dan naik tangga, ternyata ada abg cewek yang ngeliat betapa rempongnya saya. Tanpa banyak ngomong, mereka langsung menawarkan bantuan untuk mengangkat koper saya sampai ke bawah tangga. Oh Gosh! Kamsahamnida, chingudeol! Ternyata masih ada orang yang peduli dengan kesusahan orang di negeri orang ini. 
Nggak menunggu beberapa lama, kami pun naik ke dalam subway dan cus menuju Dongmyo Station, dimana lokasi  tsb dekat dengan hotel kami.


  • Dongmyo Station

Dan emang sepertinya para turis di Seoul Korea Selatan ini, harus dibuat kurus oleh banyaknya tangga naik dan turun yang harus dilalaui oleh kami. Bisa dibayangkan dengan bawa koper segede gaban, di tambah napas yang udah ngos-ngosan, di tambah lagi dengan rasa lapar karna belum makan membuat kami loyo seloyo- loyonya kami harus keluar dari statiun untuk mencari letak hotel kami. Di setiap stasiun itu memiliki banyak sekali pintu yang berbeda-beda. Jadi janggan sampai salah pintu keluar. Bisa berabe nantinya. Jadi nggak heran kaki rasanya mau meronta minta istirahat saat mencari pintu keluar dari statiun. Alamakkkkk! Mungkin ini pertanda kaki jenjang milik SNSD akan segera kami miliki wakakaka..

Saat sampai diluar statiun, otak kami udah nggak mau jalan lagi alias buntu. Mencari letak hotel kami yang katanya cuma 8 menit ( kalau di ukur  pake kaki jenjang SNSD mungkin iya, lah kita jalan seiprit-seiprit, 30 menit sendiri bisa itu mah) mulai kebingungan. Baca petunjuk jalan kayaknya udah nggak mampu lagi. Nebak sana sini udah nggak mungkin lagi. Udah capek! Akhirnya sepertinya doa anak saleh yang menjadi musafir selalu di dengan Allah. Datanglah seorang bapak dengan menggunakan bahasa Inggris yang lumayan lancar untuk ukuran orang Korea, menawarkan bantuannya. Dia menanyakan dimana alamat hotel kami ketika kami bertanya dan menelpon pihak hotel untuk memastikan lokasinya. Dan walla! Bapak itu tahu dan dengan senang hati mengantarkan kami ke lokasi hotel kami. Wuiiihhh jarang-jarang nih ada yang mau nganterin!

Tapi sayang, jalan bapak itu yang super cepattttt.. ( Bo, padahal di Jakarta jalan kaki gue udah paling cepet deh, disini nggak haruhhhh) bikin kami kelimpungan buat ngejar. Geretan kper yang super berisik di tambah ini kenapa berasa jauh banget ternyata, bikin kami hampir ketinggalan jauh. Untung saja kami masih bisa ngikutin. Akhirnya dengan napas ngos-ngosan si bapak nunjukin lokasi hotel kami dengan adanya plang " LIMESTAY HOSTEL & BUDGET HOTEL". Sontak kami berdua ngucapin terima kasih dengan keras " Kamsahamdida, Ahjussi" 
Akhirnya kami sampai di hotel. Yihaaaaa!!!


  • Limestay Hostel & Bugdet Hotel

Source : Komariah's photo.
Limestay Hostel & Budget Hotel

Melihat hotel yang keceh untuk ukuran bugdet hotel, abang cleaning service yang keceh juga bikin rasa capek sedikit hilang. Dan sempat modusin si abang juga nih saat kami kebingungan nyalain lampu kamar mandi. Jadinya minta tolong si abang ganteng dulu deh hahahaha. preeetttt.

Tapi namanya rasa laper itu tetap aja ada. Setelah meletakan koper, tas, kamipun langsung mengeluarkan makanan dari Indonesia yang kami bawa. Hahaha. Ada sambel cecah, ada teri, ada dendeng, ada abon, ada indomie dll. Tapi sebelumnya kami harus beli nasi instant dulu nih di minimarket G25 dan meminta si berondong keceh penjaga toko untuk manasin di microwave hahah..

Dan setelah semuanya siap, mari makan siang yang terlambat hahaha.

Nikmat apa lagi yang kau dustakan! ini mah beneran nikmat! Tiada tanding



  • Cheonggyeocheon Bridge & Dongdaemun Market.


Udah mandi, ganti baju, dandan super keceh, dan siap melanjutkan ngebolang di tanah para Kpop Idol. So rencananya kami memang Chenggyeocheon Brigde & Dongdaemun Market. Dongmyo Shrine & Flea market di skip dulu untuk bisa ngejar waktu. So berangkatlah kita ke Dongmyo Stasiun untuk menuju area Dongdaemun Station. Hanya 1 kali stasiun yang dilewati kamipun sampai. Cek di petunjuk arah untuk menuju komplek shopping di Dongdaemun.  Namun sayang ternyata hujan lho di sini. Untung saja saya sudah bisa memprediks bakal hujan jadi dari Indonesia emang udah bawa payung. Tapi sayang, payung dari Jakarta sepertinya nggak kuat buat nahan kencangnya angin Seoul. Payung saya patah sodarah-sodarah! Dan untung saja jaket saya ada hoodie nya. Dan nggak lama kemudian hujan berhenti. 

pose dulu di depan Doota Mall

Nah setelah itu kami mau mengunjungi Cheonggyeocheon Bridge yang keceh itu lho. Tapi sayang kami nggak nemuin lokasi yang banyak di jadikan tempat syutingnya. Karna kami salah jalan huhuhu. So hanya bagian jembatan lain yang masih bagian dari Cheonggyeocheon Bridge saja yang kami lalui. Booo.. beneran deh ini jembatannya panjang beuuuttt. Karna hujan kembali turun maka kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Dan ketika di dekat hotel,  di GS25 kami membeli Banana Milk. Itu lho minuman yang dibintangi Lee Min Ho yang super ngeheeiiitttzzz itu.

Banana Milk itu cungguh enaknya


Dengan saya meminum banana milk itu artinya, tempat tidur sudah memanggil. Booo,.. ngetiknya lumayan banget nih.. bisa 25 halaman sendiri wakakaka..
Day 1 nya kelarrrrr.. yeayyyy! Nanti DAY 2 nya akan saya lanjutin lagi yaahh.. soalnya udah ngantuk dan tanggannya pegel beuuttt..

See yaa di post berikutnya. 


XoXo
Vindri Prachmitasari





You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe