}); [ Edisi Makassar ] – Things To Do in Makassar For 3 Days 2 Nights. | I AM GONNA TELL YOU MY STORY [ Edisi Makassar ] – Things To Do in Makassar For 3 Days 2 Nights. - I AM GONNA TELL YOU MY STORY

.

[ Edisi Makassar ] – Things To Do in Makassar For 3 Days 2 Nights.

10:14:00 AM

Akhirnya, saya naik pesawat lagi setelah 2 tahun lebih mendekam di rumah. Baik karna masih kerja di rumah atau pun karna peraturan PPKM yang njelimet bikin saya ogah ke mana-mana.  Walaupun ini Cuma perjalan mudik ke Palu, Sulawesi Tengah, tapi euphoria naik pesawat itu yang bikin segalanya terasa baru lagi. Kali ini saya tidak akan menceritakan perkara mudik saya, karna saya pure mudik bukan jalan-jalan yang mana lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga besar dibanding eksplor kota Palu sendiri.  Oia, jika ingin tahu ada apa aja di Kota Palu, sila baca di postingan blog saya ini yah dan di sini juga. Mostly tempatnya masih sama seperti saat ini walaupun ada kejadian Tsunami 2018 sebelumnya yang menyebabkan beberapa kawasan wisatanya masih belum pulih.






Ngomongin Makassar, saya memang berniat untuk mengunjungi kota ini saat mudik selesai. Karna letak kotanya tidak jauh dari kota Palu which is masih satu pulau, jadi transportasi udara ke Makassar tidak akan sulit dan Makassar selama ini Cuma jadi kota transit saja, makanya saya ingin menjelajahi kota Makassar. Walaupun, harga tiketnya melambung tinggi seperti harga tiket ke Singapore atau Malaysia sekali jalan ataupun PP kalau dapat diskon. Ampun dah..!!

First impression saat tiba di Kota Makassar, WOW! Beda banget dengan Kota Palu. Makassar terasa lebih modern dan jauh lebih maju. Bukan maksud menjelekkan tetapi itu adalah kenyataan di lapangan di mana pembangunannya sepenglihatan saya sudah sangat merata. Jalan tol yang lumayan luas dan panjang. Tata kotanya seperti kota besar di pulau Jawa dan banyak gedung-gedung tinggi yang menghiasi kota Makassar. Tidak heran memang jika Makassar dijadikan pusat kota metropolitan khusus daerah Indonesia Tengah dan Timur.

Lalu, selama di Makassar, apa saja yang saya lakukan untuk menjelajahi kota tersebut?

Sini-sini, saya ceritakan, ada apa saja yah di Makassar?


 1.       Menikmati senja di Pantai Losari


Perahu Cafe di tepi pantai Losari




Pernah membaca di salah satu artikel bahwa Pantai Losari adalah lokasi yang bagus untuk menikmati matahari terbenam aka sunset. Dan saya tidak meragukan itu. Suasana tenang, teduh serta romantis tergambar saat matahari mulai terbenam. Pantai,angin sepoi-sepoi,  nyiur pohon kelapa, dan senja adalah kombinasi sempurna untuk menikmati sunset di Pantai Losari.




Kawasan ini tidak terlalu ramai saat saya berkunjung. Hanya ada beberapa turis lokal lainnya sama seperti saya yang tidak henti-hentinya mengabadikan Pantai Losari beserta bangunan di sekitarnya saat senja tiba. Apalagi sambil menikmati minuman hangat khas Makassar yaitu Saraba dan Pisang Epe, semua terasa menakjubkan.


 2.       Mengabadikan Masjid 99 Kubah di Pantai Losari


Masjid 99 Kubah di saat sunset



Masjid 99 Kubah menjadi ikon baru bagi kota Makassar. Karna arsitekturnya yang unik dengan 99 kubah yang didasarkan pada 99 nama Allah, dan bentuknya yang mirip salah satu landmark di Rajasthan di India.  Berlokasi di sebarang anjungan pantai Losari, membuat Masjid 99 Kubah selalu jadi bahan hasil jepretan traveler ataupun fotografer yang juga sedang berada di Pantai Losari. Apalagi jika diambil saat matahari terbenam, benar-benar membuat hasil foto terasa keren.


3.       Mencoba Mie Titi yang Legendaris.


Dari dulu selalu penasaran dengan rasa dari Mie Titi. Dan akhirnya saat dating ke Makassar , dan kebetulan di dekat hotel terdapat cabang Mie Titi yang terkenal itu, bisa juga mencobanya. Dari segi bentuk, Mie Titi ini seperti CwiMie Malang. Mie nya yang digoreng kering dan disiram dengan kuah kental khas Mie Titi. Dan wow, porsinya banyak banget. Kayaknya bisa buat berdua deh. Tapi, dasar perut saya super elastis, jadinya porsi tersebut masih masuk di perut saya. Soal rasa jangan ditanya deh, enak dan gurih gitu rasanya.

Oia, nama kedainya Mie Titi Datu Museng. Kedai Mie Titi ini terletak di Jalan Datu Museng Makassar, makanya disebut Mie Titi Datu Museng.

Harga   : IDR 44.000 per porsi Mie Titi Seafood

Alamat : Jl. Datu Museng No.23, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90115


 

             

 4.       One Day Trip to Rammang-Rammang




Sejak melihat lokasi ini di salah satu iklan pariwisata Indonesia , Rammang-Rammang sudah masuk ke dalam daftar daerah yang akan saya kunjungi berikutnya. Memang saat itu, belum diketahui kapan akan bisa mengunjungi, Cuma jika dikasih kesempatan, Rammang-Rammang harus masuk ke dalam daftar itu. Dan Alhamdulillah, kesempatan itu datang ketika saya merencakanan liburan ke Makassar setelah libur lebaran.  Dan tempatnya worth to visit.

Rammang-Rammang merupakan sebuah tempat di gugusan pegunungan karst Maros-Pangkep, yang merupakan karst terbesar ketiga di dunia dengan luas sekitar 43.700 hektar dan memiliki 280 gua. Sebanyak 16 gua di antaranya menjadi situs prasejarah.

Berada di Rammang-Rammang berasa sedang berada di lokasi syuting Kong-The Skull Island. Kontur area dan pengunungannya mirip sehingga seperti berada di dimensi lain. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota Makassar dengan menyewa mobil. Lalu ketika sampai di lokasi yaitu di dermaga 1 atau 2, kami melanjutkan dengan menyewa perahu sebesar IDR 200.000 dengan kapasitas 4 orang. Sewa perahu ini untuk menuju ke kampung Berua dengan menyelusuri Sungai Pute.


Mengarungi sungai Pute


Dan ketika sampai di Kampung Berua, semuanya tampak berbeda. Deretan pegunungan kapur yang menjual dan mengelilingi desa, hijaunya pohon—pohon yang memenuhi dinding-dingin pegunungan kapur, serta hamparan sawah memenuhi yang menenami jalan-jalan setapak. Cuacanya memang sangat panas dan lembab sehingga membuat gerah, makanya disarankan selalu menggunakan dan re-apply sunscreans. Tidak heran kedua lengan saya sempat [eroj larma ternalar matahari saking panasnya.




HTM Kampung Berua : IDR 5.000

Sewa Perahu seharian : IDR 200.000 untuk 2-4 orang

Parkir : IDR 10.000



 

 5.       Kembali ke kejayaan Benteng Rotteram

 






Perjalanan hari terakhir saya di Makassar sudah hampir berakhir. Di hari terakhir saya mengunjungi sebuah Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang yang merupakan benteng peninggalan kerajaan Gowa – Tallo . Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung.




Untuk menuju ke Benteng Rotterdam, cukup menggunakan pete-pete dengan kode L jika hotel di sekitaran Pantai Losari. Dan membayar dengan tarif IDR 7.000 saja. Untuk memasuki Benteng Rotterdam cukup membayar iuran sukarela seikhlasnya. Saat itu saya membayar IDR 10.000 untuk bertiga.

Lalu bagaimana isinya? Besar dan luas banget. Mungkin karena benteng ini sendiri dulunya adalah sebuah markas pasukan katak dari kerajaan Gowa Tallo sehingga cukup besar. Namun, sejak menandatangani perjanjian dengan pihak Belanda dan salah satu pasalnya adalah menyerahkan benteng ini ke pada pihak Belanda, benteng ini berubah nama menjadi Fort Rotterdam, karna gubernur jendral Hindia Belanda saat itu yang bertugas adalah Cornelis Speelman  yang merasa kangen dengan kampung halamannya di Rotterdam. Benteng ini kemudian beralih fungsi menjadi pusat penampungan rempah-rempah untuk Indonesia wilayah timur.

Terdapat lima gedung di dalam komplek benteng ini :

1.       Bastion Bone , terletak di sebelah barat

2.       Bastion Bacam , terletak di sudut barat

3.       Bastion Buton, terletak di sudut barat

4.       Bastion Mandarsyah, terletak di sudut timur

5.       Bastion Amboina, terletak di sudut tengggara.

Jam operasi : Buka setiap hari, dari jam 9 pagi hingga jam 7 sore

HTM : Bayar iuran seikhlasnya

 

3 hari 2 malam memang sepertinya cepat sekali berlalu. Karna masih banyak obyek wisata di kota Makassar serta beragam kuliner yang bisa dinikmati. Namun, karna kerjaan di Jakarta sudah menumpuk dan harus kembali untuk mengumpulkan pundi-pundi receh buat traveling lagi, maka lburan di Makassar sampai di sini.

 

Stay health & Keep safe.

Vindri Prachmitasari

Email                   : Vindri.prachmitasari@gmail.com

IG                        : @Veendoorie

Youtube                :  Vindri Prachmitasari

 

 

 

You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe