}); [ Edisi Buku ] – Buku yang Dibaca di Tahun 2021 | I AM GONNA TELL YOU MY STORY [ Edisi Buku ] – Buku yang Dibaca di Tahun 2021 - I AM GONNA TELL YOU MY STORY

.

[ Edisi Buku ] – Buku yang Dibaca di Tahun 2021

10:11:00 PM

Sudah pertengahan bulan Januari 2022. Dan rasanya masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Dulu saat masih kecil saya selalu berpikir bahwa pergantian tahun pasti ada hal baru yang terjadi. Mungkin seperti ada mobil terbang, kemunculan gedung paling tinggi secara tiba-tiba, ataupun sesuatu keajaiban yang muncul seperti di film Back to The Future di tahun 1980an.




Tapi sayangnya tidak. Tidak ada perubahan signifikan setiap pergantian tahun. Justru satu hal yang pasti, pergantian tahun artinya pergantian kalender. Mungkin karena saya sering menonton film fiksi ilmiah atau membaca novel fantasi yang membuat saya kala itu berimajinasi luas seperti itu.

Ngomongin soal buku, selama tahun 2021, saya berhasil menyelesaikan goal saya untuk membaca sebanyak 10 buku dalam setahun. Yeah, I know the quantity is just piece of cake yang artinya dibandingkan dengan yang lain, ini nggak seberapa. Banyak di luar sana yang jumlah bacaan yang dibaca selama setahun bisa sampai 100 buku per tahun.

Sejak tahun 2017 sampai 2019, minat baca saya menurun drastic dan sudah saya pernah ceritakan  di sini ( Buku yang dibaca di 2020 ) yang biasanya bisa membaca 30 buku dalam setahun, pernah tidak membaca sama sekali. Entahlah, saya merasa jenuh, lelah, muak dengan semuanya dan belum menemukan buku yang bisa saya baca dengan santai tanpa harus memikirkan hal lain di luar itu.  Apalagi ditambah dengan pandemi yang belum usai. Makin suram rasanya hidup.

Saya sadar hal itu tidak bagus untuk dipertahankan, maka saya kembali mencoba untuk meningkatkan minat baca saya lagi seperti dulu. Di tahun 2020 saya menghabiskan membaca tujuh buku dari lima buku yang menjadi target baca saya. Melebihi target saya. Dan di tahun 2021, saya membaca sepuluh buku sesuai target.

Lalu, buku apa saja yang saya baca di tahun 2021?

Let’s check them out!


 1.       Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa – Sekar Ayu Asmara

 



Judulnya menarik sekali untuk dibaca dan ketika tahu penulisnya adalah salah satu penulis yang saya sukai Sekar Ayu Asmara, maka saya tidak bisa menolak untuk membacanya. Sebelumnya saya sudah pernah membaca buku karangan dari Sekar Ayu Asmara yang berjudul ‘Kembar Kempat’ dan suka sekali cara dia bercerita di buku itu. Narasinya kuat untuk menggambarkan segala kejadian yang ada di buku itu serta bikin penasaran di tiap lembarnya.

Dan untuk buku ini, saya juga mudah terhanyut dengan cerita dari Rebekah Blumenfeld. Kisahnya begitu pilu hingga saya berpikir bahwa jangan-jangan cerita ini berdasarkan kisah nyata seseorang. Berlatar waktu perang dunia kedua serta berlokasi di Belanda dan  di pulau Jawa, banyak informasi di luar buku sejarah yang saya tidak terlalu tahu soal perang dunia kedua. Apalagi tentang pembantaian warga keturunan Yahudi di Belanda sana.

Latar belakang itulah yang membuat saya menyukai cerita ini. Bahkan cerita ini saya ceritakan ke nenek saya yang Alhamdulillah masih sehat sampai sekarang walaupun beliau lahir di tahun sebelum 40an yang masih merasakan kejamnya penjajah. Dan beliau tertarik untuk membacanya.

Karena cerita ini masih membekas di otak saya sampai hari ini, tidak heran memang jika memberikan nilai 4 untuk buku ini. Kenapa tidak 5 bintang, karena percakapan antar tokohnya dirasa kurang.


Baca di : GramediaDigital

Rating : 4 bintang

Jenis : Novel

 

2.       The Light After the War – Anita Abriel

 



[ BOOK ] – SUKA MEMBACA? INI DIA 6 APLIKASI BACA FAVORIT UNTUK MEMBACA BUKU DIGITAL VIA SMARTPHONE DAN TABLET.

Entahlah karena masih hanyut dalam cerita berlatar belakang perang dunia kedua di Eropa, saya Kembali mencari buku yang bertema sama. Dan ketemulah dengan buku ini yang saya pinjam dari Scribd. Kurang lebih buku ini sama seperti Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa, buku ini juga berkisah tentang kakak beradik yang menjadi korban kekejaman Nazi saat itu. Di mana mereka harus dipisahkan dengan keluarga mereka dan harus bertahan hidup di negara manapun.

Kisah yang diceritakan sebenarnya cukup menderita tapi, entah mengapa saya kurang mendapatkan feel-nya ketika membaca novel ini. Konflik yang ditimbulkan cepat sekali diselesaikan, kisah cinta antar tokohnya kurang membekas di hati. Dan kisah ini lebih tetap dibuatkan sebagai biografi ketimbang novel. Saya mengharapkan lebih dari novel ini sebenarnya tapi, mungkin ini lebih ke selera karena saya butuh drama di setiap cerita.

Dan setelah selesai membacanya, benar ini adalah kisah dari keluar penulis. Jadi saya hanya bisa memberikan 3 bintang saja.


Baca di : Bookmate

Rating : 3 bintang

Jenis : Puisi

 

3.       Depression and Other Magic Tricks – Sabrina Benaim

 



Tertarik dengan judulnya. Apalagi di masa pandemic, Kesehatan mental menjadi perhatian utama. Tapi sayangnya, saya tidak terlalu mengerti dengan puisi yang ditulisnya. Mungkin karena bukan tipe buku puisi yang saya sukai sehingga agak sulit buat saya untuk menuntaskannya serta saya cerna

Rating : 2 bintang

Baca di : Scribd

Jenis : Novel

 


4.       Man’s Search for Meaning – Viktor E. Frankl




Buku nonfiksi. Tentang pencarian makna kehidupan di kamp tahanan Nazi pada masa perang dunia kedua serta bertahan hidup. Di mana penulis sendiri yang mengalami kehidupan di berbagai kamp tanahan Nazi diberbagai tempat berbeda. Bayangkan penderitaan yang dijalani oleh Viktor di masa perang dunia kedua sejak tahun 1942 sampai 1945. Orang tua meninggal, istri yang tengah hamil meninggal, serta harus hidup di tengah kamp tahanan Nazi yang terkenal kejam.

Buku ini bagus banget karenan memberikan pemahaman bahwa seburuk-buruknya kehidupan yang dijalani tidak akan bertahan lama. Semua itu pasti akan ada akhirnya. Walaupun manusia tidak pernah tahu kapan dan di mana penderitaan akan berakhir. Tidak heran jika sudah dicetak lebih dari 100 kali kebanyak Bahasa. Karena memang seinspiratif itu.


Baca di : Beli buku fisik via online

Jenis : Nonfiksi

Rating : 4 bintang

 


5.       Matryoshka: Kapan Kau Akan Kembali – Ghyna Amanda

 



Kembali membaca novel lokal. Blurb di bagian belakang menarik. Sehingga saya membuat saya membeli di toko buku offline. Tapi entah mengapa, saya merasa cerita ini sedikit hambar. Konflik yang ditimbulkan juga bukan sesuatu yang bisa membuat pembaca seperti saya penasaran. Saya merasa karakter antar tokohnya datar dan seakan-akan biasa-biasa saja. Penggambaran di Rusia tidak terlalu membuat saya antusias untuk mempercepat membacanya.

Alunya juga saya rasa terlalu lambat. Walaupun review lain mengatakan bahwa novel ini cukup menguras air mata, tapi maaf itu tidak membuat saya sedikit sedih dengan ceritanya. Mungkin memang buku ini bukan my cup of tea. Good part-nya, tulisannya cukup rapi.


Baca di : buku fisik

Jenis : Novel

Rating : 3 bintang

 

 

6.       Don’t Overthinking – Anne Bogel

 



Baca buku ini seperti tertampar dengan kenyataan bahwa manusia itu selalu melakukan overthinking. Di manapun itu. Apalagi saat tidur. Dan semua hal yang dipaparkan di buku ini cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini berbahasa Inggris dan untungnya bahasanya cukup dimengerti.

Ada beberapa kutipan di buku ini yang menarik bagi saya

 

Overthinking takes different forms. Sometimes it looks like worry. We might feel stuck reviewing something we’ve done in the past or imagining something that might happen in the future.

 

According to Nolen-Hoeksema:


Women can ruminate about anything and everything—our appearance, our families, our career, our health. We often feel that this is just a part of being a woman. . . . This may be partly true, but overthinking is also toxic for women. It interferes with our ability and motivation to solve our problems. It drives some friends and family members away. And it can wreck our emotional health. Women are twice as likely as men to become severely depressed or anxious, and our tendency to overthink appears to be one of the reasons why

 

Nggak heran memang perempuan lebih banyak overthinking-nya dibanding kaum pria. Tapi walaupun begitu dijelaskan juga cara penanganannya yang mungkin selama ini kita tidak pernah coba padahal itu adalah hal yang mudah.

 

Baca di : Bookmate

Rating : 4 bintang

Jenis : Non fiksi

 

 

7.       Some Days – Maria Wernicke

 



Buku ilustrasi yang cukup bagus namun sayangnya ceritanya bukan tipe jenis cerita yang menarik untuk saya.

 

Baca di : Scribd

Rating : 3 bintang

Jenis : Fiksi ilustrasi

 

8.       The Octopus Net – Shoppie Hannah

 



Cerita fiksi 17 halaman saja dalam Bahasa Inggris . Tapi ceritanya cukup intens dan thrilled banget. Kerennya penulis berhasil bikin pembaca ikut terbawa suasana mencekamnya. Dan plot twisted banget deh endingnya. Walaupun saya harus membaca bagian akhir sekitar 2-3 kali untuk memasitkan maksudnya.

 

Baca di : Bookmate

Rating : 4 bintang

Jenis : Novella

 


9.       Things That Live Within – Adinda Saraswati

 



Buku lokal yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Kosakatanya cukup mudah untuk dimengerti dan termasuk singkat karna hanya 128 halaman saja. Cerita fiksi fantasi yang cukup menarik untuk dihabiskan. Walaupun di awal-awal saya kesulitan untuk memahami ceritanya mau dibawa ke mana seperti lagunya Armada. Tapi di tengah-tengah cerita alurnya sudah terlihat jelas.

Sayangnya, novel ini terasa tergesa-gesa. Penjabaran soal lokasi cerita tidak terlalu detail sehingga agak sulit membayangkan kondisi ceritanya. Emosi antar tokohnya juga kurang. Sehingga saya rasa karakter tokohnya tidak terasa.

 

Baca di : Ipusnas

Rating : 3 bintang

Jenis : Novel fantasi

 

 

10.   My Fake Boyfriend – Vindri Prachmitasari

 



Yes, iya. Saya lagi baca buku karangan saya sendiri yang terbit di 2017 lalu. Buku ini diterbitkan oleh penerbit BIP dan bergenre romantik komedi dan format e-book. Semenjak buku ini terbit saya belum baca lagi karena saya sudah tahu jalan ceritanya. Tapi, membaca Kembali buku ini mengingatkan saya bahwa saya juga bisa menulis cerita witty khas chicklit. Apalagi lokasi ceritanya adalah Manhattan New York yang selalu jadi kota yang selalu ada di novel-novel romantic. Entahlah sepertinya magnetnya cukup kuat buat saya.

 

Baca di : Ipusnas

Rating : 5 bintang ( subjektif karena saya saat menulis cerita ini saya enjoy banget )

Jenis : Novel

 

Jadi, itulah review ala kadarnya bagi pembaca seperti saya yang bukan seorang book blogger tapi sebagai penikmat dan penimbun buku. Semoga beberapa buku yang saya infokan ada yang bisa menjadi bahan bacaan kalian berikutnya.

 

See Yaa.

 

 

Stay safe & keep healthy

Vindri P.

 

Email    : Vindri.prachmitasari@gmail.com

IG          : @veendoorie

Youtube : Vindri Prachmitasari

 

 

 

You Might Also Like

0 comments

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe