}); [ Edisi Busan ] - Taejongdae Resort Park , Tempat Favorit Raja Taejong Mu-Yeol Kerajaan Silla ke-29 di Busan. | I AM GONNA TELL YOU MY STORY [ Edisi Busan ] - Taejongdae Resort Park , Tempat Favorit Raja Taejong Mu-Yeol Kerajaan Silla ke-29 di Busan. - I AM GONNA TELL YOU MY STORY

.

[ Edisi Busan ] - Taejongdae Resort Park , Tempat Favorit Raja Taejong Mu-Yeol Kerajaan Silla ke-29 di Busan.

12:15:00 AM


2021, seperti masih sama seperti tahun 2020. Sepi jalan-jalan. Karna kalau pun dipaksakan bakal ribet, riweh, mahal dan makan waktu. Saya juga bukan tipe orang yang ngoyo harus traveling di saat situasi Covid-19 masih ada dan belum ada kepastian kapan saya bisa mendapatkan vaksin. Walapun jujur aja udah gerah pengen traveling juga sih sebenarnya. Jadi, yang bisa saya lakukan hanya bisa melihat stok foto dan video traveling yang saya lakukan sebelum Covid-19 menyerang dunia. 

Nah, di tahun 2019 pertengahan November, saya melakukan perjalan ke Korea Selatan lagi, untuk yang ketiga kalinya. Ini semua karena tiket murah yang saya dapatkan dari Tiket.com dengan hanya 3.5jutaan PP saya bisa ke Korea Selatan dengan menggunakan pesawat full service airlines - Asiana Airlines. Jarang-jarang saya bisa traveling dengan pesawat full service, karna saya termasuk budget traveler. 

Long story short, salah satu destinasi wisata saya selama di Korea Selatan adalah mengunjungi Busan. Salah satu kota metropolitan yang dimiliki Korea Selatan, dengan pemandangan pantai di tengah kota. Saat itu musim gugur namun karna berada di Busan yang dekat pantai, maka suhunya tidak terasa dingin seperti berada di Seoul. Cukup pakai jaket biasa yang tidak begitu tebal sudah cukup menghangatkan tubuh. Karna sinar matahari di Busan cukup terik. 

Ngomongin soal tempat wisata, salah satu tempat dari beberapa tempat yang saya kunjungi selama 2 hari 1 malam adalah Tajeongdae Resort Park. Tempat ini masuk di dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi di Busan. Kenapa? Taejongdae sendiri adalah sebuah tempat wisata yang berada di pinggir tebing dengan ketinggian 250 meter yang di dalamnya terdapat hutan pohon pinus dan 100 varietas pohon lainnya.  Nggak heran memang tempat ini menjadi tempat favorit Raja Taejong Mu-Yeol dari Kerajaan Sila ke - 29, sebagai tempat memanah yang disukainya.

Baca juga : 5 ALASAN KENAPA KOREA SELATAN HARUS MASUK KE DALAM DAFTAR TRAVEL KALIAN

Baca juga : [ EDISI KOREA SELATAN ] - 4 WISATA TEMATIK DI KOREA SELATAN YANG MURAH MERIAH BAHKAN ADA YANG GRATIS LHO.

Baca juga : [ ARTIKEL ] – 7 WISATA GRATIS DI SEOUL - KOREA SELATAN

Baca juga : [ TIPS ] – KE KOREA SELATAN PERTAMA KALI, TEMPAT APA YANG HARUS SAYA KUNJUNGI?


How to get there :

Mudah banget untuk bisa sampai ke Taejongdae Resort Park, cukup naik bus dari depan stasiun Busan dengan no 88 atau 101 dan turun di Halte Tajenongdae Resort Park yang merupakan halte terakhir dari rute bus tersebut, jadi nggak bakal nyasar kok. Namun, untuk bisa sampai ke pintu masuk Taejongdae Resort Park, pengunjung harus berjalan sedikit sekitar 200 meter ditambah 200 meter lagi hingga sampai ke tempat pembelian tiket. Psst. Jalanan agak menanjak jadi disarankan menggunakan sepatu yang nyaman yah. Walaupun sudah menggunakan sepatu yang nyaman, saat itu saya berasa nenek-nenek yang kehabisan napas karna benar-benar melelahkan.

Bus tiket : 1.300 Won / per orang

Pembayaran bisa menggunakan T-Money sama seperti yang digunakan ketika berada di Seoul.

Operating Hours :

Terbuka setiap hari mulai dari jam 4 pagi hingga jam 24.00

 

HTM :

Gratis. Tidak dipungut biaya.

Namun, jika ingin menggunakan fasilitas Danubi Train ( semacam shuttle train ) untuk mengantarkan dari satu spot ke spot lainnya, maka ada biaya yang harus dikeluarkan. Dan harus kalian ketahui kalau Taejongdae Resort Park itu gede dan luas banget serta kondisi jalanannya yang mendaki karna berada di dataran tinggi. Jadi, kalau niatnya ingin trekking dan hiking, yaa silakan sih jalan kaki.

Kereta Danubi :

Jam penjualan tiket : 09.00 - 17.30

Jam operasional       : 09.20 - 17.30

Tiket kereta :

Dewasa              : 3.000 Won / orang

Remaja               : 2.000 Won /orang

Anak-anak          : 1.500 Won /orang

Tiket kereta tersebut berlaku satu hari dan berlaku untuk digunakan berulang-ulang saat berada di Taejongdae. Artinya jika ingin berhenti di satu spot dan ingin menaiki Kereta Danubi lagi tinggal tunjukkan tiket tersebut ke petugasnya dan bisa langsung naik lagi deh.

 

Tempat yang Wajib Dikunjungi di Taejongdae Resort Park.

Observatorium

 



Jika mengendarai Kereta Danubi, tempat ini masuk ke dalam spot pertama. Dari tempat pembelian tiket hingga ke observatorium hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan menggunakan Kereta Danubi. Dan itu pilihan bagi pengunjung ingin berhenti di observatorium atau tidak. Tapi, saya sarankan untuk coba mengunjungi obvervatoriumnya karna pemandangan yang ditawarkan bukan kaleng-kalengan.

Di sini pengunjung bisa melihat pemandangan birunya laut dari atas tebing tinggi. Saat itu langit cukup cerah di musim gugur, sehingga beberapa kapal yang melintas masih bisa terlihat. Selain pemandangan, pengunjungi juga bisa beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan ke spot berikutnya karna di observatorium terdapat beberapa kantin yang menjual beberapa makanan ringan dan jajanan khas Korea.

 








Sayangnya saat saya mengunjungi, bagian dalam obvervatorium sedang direnovasi sehingga tidak bisa masuk ke dalam. Namun, pengunjung saat itu masih bisa menikmati pemandangan dari birai-birai gedung observatorium yang juga tidak kalah bagusnya. Selain itu di depan gedung observatorium terdapat sebuah patung seorang ibu yang sedang memanggku kedua anaknya. Dan menurut informasi bahwa patung tersebut dibuat sebagai pengingat bahwa sebagai manusia harus menghargai kehidupan, karna dulunya tempat ini sering digunakan sebagai tempat untuk bunuh diri.

 


 

 Yeongdo Lighthouse

 

 


Setelah puas berada di observatorium, pengunjung bisa melanjutkan untuk mengunjungi spot lainnya, yaitu Yeongdo Lighthouse.  Sebenarnya jarak antara observatorium dengan Yeongdo Lighthouse tidak terlalu jauh, bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki, namun bagi yang tidak terbiasa berjalan kaki bisa kembali menunggu kereta Danubi persis di depan tiang petunjuk kereta. Nanti tinggal menunjukkan tiket kereta yang pertama dibeli kepada petugas agar bisa naik ke dalam keretanya.

Sesuai namanya, di Yeongdo Lighthouse ini terdapat mercusuar yang bagus banget pemandangannya. Namun sebelum bisa sampai ke mercusuarnya, pengunjung harus terlebih dahulu untuk turun ke bagian bawah tebing dan itu termasuk pekerjaan yang cukup sulit mengingat perjalanan untk sampai ke mercusuarnya cukup menguras energi. Tenang aja kok, sepanjang perjalanan menuju mercusuar banyak banget spot bagus untuk bisa foto-foto cantik dengan latar belakang laut serta pemandangan hutan yang cantik banget. Salah satunya di sebuah lapangan luas sebelum turun ke area mercusuarnya. Di sini bisa melihat mercusuar dari atas serta sebagai tempat istirahat juga sebelum lanjut turun lagi.

 





Dan ketika sampai di bagian area mercusuar, pengunjung bisa melihat sebuah monumen berbentuk seperti kompas berwarna biru dan merah dan terdapat jarum di sebelah kanan. Dari sini jarak ke mercusuar tidak terlalu jauh, namun karna saat itu energi saya sudah terkuras abis, maka saya putuskan sampai di bagian monumen ini sambil tetap menikmati pemandangan laut yang birunya cantik banget. Pengunjung yang datang banyak banget tapi tidak sampai terasa penuh dan sesak kok.

 



 





Kuil Taejongsa

 



Spot terakhir yang kami kunjungi adalah sebuah kuil yang adem banget. Dan tidak terlalu membutuhkan usaha panjang untuk bisa berada di depan kuilnya. Memang masih harus mengendarai kereta Danubi tapi dari halte pemberhentian cukup jalan 5 menit sudah sampai di depan kuil. Sepanjang memasuki area kuil, kami disuguhkan dengan udara yang sejuk serta kicau burung yang bikin berasa berada di tempat berbeda, padahal masih di resort yang sama.

 


Kuilnya memang tidak sebesar beberapa kuil lainnya, tapi di sini tempatnya cukup bikin nyaman. Apalagi tempatnya banyak di kelilingi oleh tanaman bunga-bunga. Di depan kuil terdapat beberapa bangku taman sehingga pengunjung bisa menikmati kuil tanpa harus untuk masuk ke bagian dalamnya, karna bagian dalam kuil masih digunakan untuk tempat beribadah terlihat dari beberapa pengunjung yang masuk ke dalam untuk berdoa dan terdengar juga beberapa alunan doa dari dalam kuil.

 


Waktu terbaik mengunjungi kuil ini adalah di musim semi karna bunga-bunga di sekitar kuil mulai banyak berbunga dengan aneka warna yang membuat kuil makin cantik terlihat.

Semua spot ini bisa dilakukan dalam waktu setengah hari saja. Dan karna ini banyak di outdoor, jangan lupa untuk menggunakan sunscreen dengan SPF tinggi yah, karna walaupun lagi musim gugur, matahari di Korea masih selalu ada lho.

Sejujurnya mengunjungi Busan itu tidak cukup hanya sehari atau dua hari, karna banyak banget tempat wisata menarik yang sudah saya jadwalkan sebelumnya tapi gagal terealisasikan karna waktu yang singkat. Dan berharap bisa kembali ke Busan setelah proses vaksin ada dan peraturan negara Korea lebih longgar terhadap turis. 

Save aja dulu artikel ini, siapa tahu dalam waktu dekat traveling diberi kemudahan untuk bisa mengunjungi Korea Selatan lagi.

 

 

Keep safe & stay healthy.

Vindri P

 

Email    : vindri.prachmitasari@gmail.com

IG          : @veendoorie

You Might Also Like

6 comments

  1. Aaaah kangen tempat ini, walaupun pas baliknya gempor kudu naik tangga dulu T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangetttt.. berasa jompo banget pas naik tangga, engap beeuuutt...tapi kangen..hiks

      Delete
  2. Mantap kak tempatnya bagus bagus banget

    ReplyDelete
  3. Sama banget, selama pandemi Covid ini sedih banget karena enggak bisa kemana-mana akhirnya mengenang cerita jalan-jalan dulu. Syukurnya jadi semangat nulis di blog.

    Jadi kangen juga sama Busan~ dulu banget pernah mengunjungi Taejongdae pas musim dingin. Harus mendaki dan ditemani hembusan angin dingin dari laut. Jadi enggak bisa berlama-lama menikmati pemandangan. Yang penting foto di spot wajib, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pandemik kayaknya jadi bikin semangat nulis lagi deh, karna mau gak mau tidak ada alasan untuk males nulis blog lagi hahah..

      Wahh, belum pernah ke Busan saat musim dingin.. Kayaknya seru kalau bisa balik lagi ke sana di saat musim dingin dan foto-foto di spot ketjeh pastinya hahah.. :)

      Delete

Followers

Member of

Blogger Perempuan
ID Corners

Subscribe